Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

WAHDI GASSEBU Juara 3 Smart Society Kota Bekasi lewat Gerakan Sedekah Sehari Seribu

Bandung · Oleh ·

WAHDI GASSEBU meraih juara 3 kategori Smart Society SMARTECO 2026 dari Pemkot Bekasi lewat gerakan sedekah seribu rupiah per hari.

WAHDI GASSEBU Juara 3 Smart Society Kota Bekasi lewat Gerakan Sedekah Sehari Seribu

Warga Bekasi yang rutin menyisihkan seribu rupiah per hari kini punya capaian yang bisa ditunjuk. Gerakan Sedekah Sehari Seribu, atau WAHDI GASSEBU, meraih juara ketiga kategori Smart Society dalam program SMARTECO 2026 yang digelar Pemerintah Kota Bekasi. Penghargaan diserahkan di Kantor Wali Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani No. 1, Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Senin, 2 November 2026.

Bagi warga, yang berubah minggu ini adalah pengakuan resmi atas kerja pengumpulan donasi skala kecil. Selama ini sedekah seribu rupiah sering dianggap remeh karena nilainya kecil. Penghargaan dari pemerintah kota menempatkan model itu sebagai bagian dari tata kelola sosial yang dinilai, bukan sekadar kegiatan amal seremonial.

Kategori Smart Society dalam SMARTECO menilai bagaimana sebuah komunitas mengelola persoalan warganya sendiri. Penilaian semacam ini biasanya menimbang keberlanjutan program, keterlibatan anggota, dan dampak yang bisa diukur. WAHDI GASSEBU masuk lewat jalur penggalangan dana harian yang melibatkan pengurus, koordinator lapangan, relawan, anggota, hingga donatur.

Baca Juga: Marc Klok Incar 12 Poin di Melbourne, Persib Bandung Bisa Pastikan Tiket 16 Besar ACL Two

Bendahara DPP Pusat WAHDI GASSEBU, Aden, menyebut penghargaan ini sebagai titik awal untuk memperluas gerakan. Ia berharap capaian tersebut mendorong warga lebih tergerak bersedekah.

"Kami berharap dengan adanya program dan pencapaian ini, kita dapat menghimpun lebih banyak potensi dari masyarakat yang memiliki gagasan serta pergerakan positif bagi lingkungan sekitar. Terkhusus untuk WAHDI GASSEBU, semoga prestasi ini menjadi motivasi kuat untuk mengajak masyarakat agar lebih tergerak dalam bersedekah, sehingga budaya saling membantu antar sesama dapat terus tumbuh."

Aden juga menyatakan penghargaan itu menjadi pendorong internal organisasi untuk memperbaiki pelayanan agar manfaat program lebih luas dirasakan. Pernyataan itu disampaikannya dalam rangkaian penyerahan apresiasi di kantor wali kota.

Baca Juga: Arfiani Rizki Paramata Ikut Program Marikultur Kementerian Sains Tiongkok, Satu dari 20 Peserta Tujuh Negara

Kegiatan sosial berbasis iuran kecil bukan hal baru di Bekasi. Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi lewat Wali Kota Farhan meminta jajaran kecamatan dan kelurahan menjemput usulan warga lewat mekanisme prakarsa, agar program tidak lagi ditentukan dari atas. Baca laporan kami soal arahan wali kota itu. Pola jemput usulan ini satu arah dengan cara kerja gerakan yang mengumpulkan dana dari lingkungan terkecil.

Kota Bekasi juga bukan wilayah asing soal persoalan sosial yang menuntut gotong royong cepat. Kami pernah melaporkan bagaimana kawasan Bekasi dikepung banjir, peristiwa yang biasanya memicu gelombang bantuan warga. Model penggalangan dana harian seperti WAHDI GASSEBU bisa menjadi kanal yang sudah siap saat bantuan mendesak dibutuhkan.

Pemerintah daerah di Jawa Barat memang sedang mendorong penilaian berbasis kinerja sosial. Di skala kota lain, akses keadilan bagi warga juga menjadi perhatian lewat pendampingan hukum yang dijalankan organisasi kemasyarakatan, seperti yang kami laporkan dalam artikel tentang pendampingan hukum untuk masyarakat. Penghargaan semacam SMARTECO menjadi penanda bahwa kerja organisasi nonpemerintah ikut dihitung dalam layanan publik.

WAHDI GASSEBU mendedikasikan penghargaan ini kepada pengurus, koordinator lapangan, relawan, anggota, dan donatur yang menyokong program. Organisasi itu menyatakan tidak mengukur keberhasilan gerakan dari trofi, melainkan dari luasnya manfaat yang dirasakan warga.

Untuk pembaca di Bandung Raya dan Jawa Barat, pola sedekah harian seribu rupiah layak dicermati karena murah ditiru dan tidak bergantung pada donor besar. Yang belum jelas dari capaian ini adalah angka nominal dana yang terhimpun dan jumlah warga penerima manfaat, dua data yang biasa dipakai menilai dampak sebuah gerakan sosial.