Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Hama Patek dan Kemarau Bikin Cabai-Tomat Makin Mahal, Inflasi Bandung Oktober 0,08 Persen

Bandung · Oleh ·

Hama patek dan kemarau panjang memangkas pasokan cabai rawit, cabai merah, dan tomat di Jabar. Inflasi bulanan Oktober 2026 0,20 persen, Kota Bandung terendah 0,08 persen.

Hama Patek dan Kemarau Bikin Cabai-Tomat Makin Mahal, Inflasi Bandung Oktober 0,08 Persen

Warga Bandung yang biasa belanja cabai rawit dan tomat di pasar tradisional harus menyiapkan uang lebih sejak awal Oktober. Dua komoditas itu bersama cabai merah menopang kenaikan harga bahan pangan di Jawa Barat, sementara pasokan dari sentra hortikultura menyusut akibat kemarau panjang dan serangan hama patek.

Badan Pusat Statistik Jawa Barat mencatat inflasi bulanan Oktober 2026 sebesar 0,20 persen. Inflasi tahunan berada di 2,90 persen, sedangkan inflasi year-to-date sampai Oktober 2026 tercatat 2,31 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau jadi penyumbang andil terbesar, yakni 0,12 persen, dengan inflasi kelompok 0,41 persen.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyebut cabai rawit, cabai merah, dan tomat sebagai komoditas yang mendominasi kenaikan harga.

Baca Juga: Kombes Imran Amir Gantikan Kombes Dedi Supriyadi sebagai Kapolrestabes Bandung dalam Rotasi 264 Pejabat Polri

"Komoditas utama yang mendominasi kenaikan harga meliputi cabai rawit, cabai merah, dan tomat, yang dipicu oleh keterbatasan pasokan akibat musim kemarau panjang serta serangan hama patek pada tanaman hortikultura," kata Margaretha dalam rilis Berita Resmi Statistik.

Hama patek bukan persoalan baru bagi petani hortikultura di Jawa Barat. Serangan patogen yang sama sudah lama jadi momok di lahan padi, dan penanganannya di sejumlah daerah memakai pendekatan pengendalian hama terpadu, seperti yang pernah dilaporkan dalam liputan tentang gerakan pengendalian hama di Kuningan. Pola serangan yang meluas pada musim kemarau membuat petani kesulitan menekan kerugian sebelum panen.

Bagi pembaca muda di Bandung, kenaikan ini terasa langsung di dapur kos dan warung makan murah. Cabai dan tomat termasuk bumbu dasar yang dipakai hampir setiap hari, sehingga kenaikan harga keduanya cepat merambat ke harga lauk dan makanan siap saji. Tekanan serupa pernah terjadi menjelang Ramadan, ketika harga ayam dan cabai di Subang melonjak dan memicu inflasi lokal seperti tercatat dalam liputan soal lonjakan harga ayam dan cabai jelang Ramadan.

Baca Juga: Bintik Hitam di Susu Bubuk Berasal dari Partikel Gosong Susu, Bukan Kontaminasi

Di sisi lain, sejumlah bahan pangan justru turun harga. BPS mencatat harga daging ayam ras dan telur ayam ras melemah karena pasokan melimpah. Harga emas perhiasan juga sempat turun mengikuti tren pasar global, lalu berangsur naik kembali.

Margaretha menambahkan bahwa beras yang sebelumnya menekan inflasi kini mulai menunjukkan tren penurunan pada Oktober 2026. Menurutnya, harga beras mulai bergerak ke arah yang lebih ringan dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Jika dilihat per wilayah, Kota Bogor mencatat inflasi bulanan tertinggi di Jawa Barat sebesar 0,35 persen. Kota Bandung justru mencatat inflasi terendah, 0,08 persen. Angka itu berarti kenaikan harga di Bandung relatif ringan, meski harga cabai dan tomat di pasar tetap lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.

BPS meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah mengantisipasi kenaikan permintaan bahan pokok menjelang libur akhir tahun. Margaretha menyoroti tekanan harga hortikultura di tengah transisi musim sebagai hal yang perlu diwaspadai.

"Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) harus bersiap mengantisipasi potensi lonjakan permintaan bahan pokok menjelang libur akhir tahun, khususnya guna meredam tekanan harga hortikultura di tengah transisi musim," kata Margaretha.

Bagi rumah tangga muda di Bandung Raya, pola belanja bumbu dapur bisa jadi penentu pengeluaran bulan ini. Membeli cabai dalam jumlah kecil tapi sering, atau beralih ke cabai kering saat harga segar melonjak, jadi pilihan yang lazim diambil ketika pasokan dari petani sedang tidak stabil. Sebelumnya, dinamika harga cabai di Jabar juga pernah dipetakan dalam uji pengetahuan kenaikan harga cabai Ramadan 2026.