Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Persib Siapkan Pendampingan Psikologis untuk Pemain U-18 Pascainsiden Kekerasan di Batang

Bandung · Oleh ·

Persib gelar psikoedukasi di Stadion GBLA untuk enam pemain U-18 korban kekerasan di Rest Area KM 360 Batang. Pendampingan psikologis melibatkan psikolog, pelatih, staf, dan orang tua.

Persib Siapkan Pendampingan Psikologis untuk Pemain U-18 Pascainsiden Kekerasan di Batang

Enam hari setelah enam pemain EPA U-18 Persib mengalami kekerasan di Rest Area KM 360 Batang, manajemen memberikan ruang pemulihan mental bagi anak-anak yang usianya belum genap 19 tahun.

Kegiatan psikoedukasi itu berlangsung di Royal Box Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 20 Oktober 2025. Satu psikolog klinis dan olahraga bernama Rizka Safitri hadir untuk mendampingi bukan hanya para pemain, tapi juga pelatih, staf, dan orang tua mereka.

"Pengalaman kemarin tentu bukan sesuatu yang mudah bagi mereka, terlebih di usia yang masih muda," kata Imam Arafadhillah, pelatih EPA Persib. "Kami memahami bahwa kondisi psikologis setiap pemain perlu tetap diperhatikan."

Baca Juga: Bandung Gencarkan Siskamling Siaga Bencana di 1.597 RW Cegah Risiko Sesar Lembang

Rizka Safitri memfasilitasi dua sesi pendampingan. Sesi pertama membantu pemain memahami dan mengolah respons emosional mereka. Sesi kedua berfokus pada cara membangun rasa aman agar kepercayaan diri mereka bisa kembali terbentuk sebelum bertanding lagi.

"Kami memahami bahwa kondisi psikologis setiap pemain perlu tetap diperhatikan," tutur Imam Arafadhillah.

PT Persib Bandung Bermartabat menyebut kesejahteraan mental pemain muda sama pentingnya dengan kemampuan teknis dan fisik. Head of Communications klub, Adhi Pratama, menegaskan bahwa setiap individu punya proses pemulihan berbeda sehingga manajemen menyediakan ruang pendampingan agar keluarga dan tim bisa membantu secara bertahap.

Baca Juga: BRI salurkan Rp1.235,4 triliun kredit UMKM per triwulan II 2026

Adhi Pratama menambahkan bahwa pemain dianggap bagian dari keluarga besar Persib sehingga perhatian klub tidak berhenti pada aspek lapangan. Kondisi psikologis dan rasa aman menjadi prioritas sampai para pemain benar-benar siap kembali.

Muhammad Erlangga Fajriawan, salah satu pemain yang turut menjadi korban kekerasan di Rest Area KM 360, kini sudah kembali berlatih. Ia mengakui kondisi fisiknya perlahan membaik.

"Saya berusaha untuk tidak terus-terusan memikirkan kejadian kemarin dan mencoba fokus menjalani aktivitas ke depan," kata Fajriawan.

Hingga berita ini ditulis, proses hukum di Polresta Batang masih berlangsung. Manajemen Persib sebelumnya telah mendesak agar keadilan segera ditegakkan bagi keenam pemain mudanya itu.