Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Otoritas Spanyol Identifikasi 66 dari 69 Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Urda

Jabar · Oleh ·

Otoritas Spanyol mengidentifikasi 66 dari 69 korban tewas kecelakaan kereta cepat dekat Urda, tiga jenazah belum dikenali dan tiga laporan orang hilang masih ditangani

Otoritas Spanyol Identifikasi 66 dari 69 Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Urda

Pengadilan Tinggi Regional Spanyol menyatakan proses identifikasi korban kecelakaan kereta cepat di dekat Kota Urda baru tuntas untuk 66 dari 69 orang yang meninggal. Tiga korban lain belum teridentifikasi, sementara otoritas masih menangani tiga laporan orang hilang. Pengumuman itu disampaikan pada Senin, menyusul pembaruan pusat koordinasi identifikasi korban pada Minggu malam.

Dari jumlah yang sudah teridentifikasi, keluarga telah diberi tahu soal 60 korban, terdiri dari 36 pria dan 24 wanita. Sebanyak 54 korban merupakan warga negara Spanyol dan empat orang warga Amerika Serikat. Delapan korban lain masing-masing berasal dari Argentina, Kanada, Ceko, Prancis, Jepang, Meksiko, Portugal, dan Tunisia.

Sisa laporan orang hilang mencakup dua warga Australia dan seorang warga Jepang yang belum ditemukan dalam proses identifikasi. Data ini penting dicatat karena jumlah korban bisa berubah bila pencocokan DNA atas tiga jenazah tersisa menghasilkan temuan baru.

Baca Juga: Polresta Cirebon Sita 10 Kg Ganja dari Rumah Penyimpanan, Dua Pengedar Dijerat Pasal 114

Tokoh publik ikut menjadi korban

Sejumlah nama dikenal publik masuk daftar korban. Fatima Banez, mantan Menteri Tenaga Kerja Spanyol pada pemerintahan Mariano Rajoy, termasuk di antaranya. Komposer Marisa Manchado juga tewas saat dalam perjalanan ke Sevilla untuk menghadiri acara universitas.

Dua petugas kereta, masinis Renfe Antonio Acedo (36) dan asistennya Daniel Cabanas, turut meninggal. Atlet lompat jauh berusia 24 tahun, Julieta Gallego, juga tercatat sebagai korban.

Baca Juga: Rendi Andika Menang 43 dari 52 Suara, Pimpin Karang Taruna Cikarang Kota

Lebih dari 60 tenaga ahli bekerja di Toledo sejak Rabu untuk mempercepat identifikasi. Mereka melakukan autopsi serta pemeriksaan sidik jari dan DNA. Prosedur berlapis ini lazim dipakai negara Eropa setelah kecelakaan massal, dan biasanya menjadi dasar penghitungan santunan bagi keluarga korban, seperti yang pernah dibahas dalam penjelasan cara hitung santunan korban kecelakaan kereta.

Tabrakan di jalur Madrid-Sevilla

Kecelakaan terjadi pada Rabu ketika kereta cepat Renfe menabrak bagian belakang kereta Iryo yang berhenti di dekat Kota Urda, Provinsi Toledo. Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menyebut sistem perlindungan kereta otomatis diduga gagal sehingga kereta berhenti sebelum pengendali mengizinkan Renfe melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal.

Insiden ini menambah catatan kelam jalur cepat Madrid-Sevilla. Pada Januari lalu, kecelakaan di jalur yang sama menewaskan 46 orang. Pola dua kecelakaan dalam satu tahun di ruas yang sama itu yang membuat pertanyaan soal kelayakan jalur tidak lagi hanya soal teknis, tetapi soal tata kelola keselamatan.

Perdana Menteri Pedro Sanchez menyatakan penyelidik independen dan lembaga peradilan akan mendapat seluruh sumber daya yang diperlukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Ia berbicara dalam forum World in Progress pada Senin.

"Kewajiban utama kami sebagai pemerintah Spanyol adalah untuk memulihkan kepercayaan publik yang hancur terhadap kereta cepat sesegera mungkin, apa pun yang diperlukan," kata Sanchez.

Bagi pembaca di Jawa Barat, kasus ini relevan karena proyek kereta cepat di dalam negeri, termasuk Whoosh Jakarta-Bandung, kini beroperasi dengan volume penumpang harian yang terus naik. Standar pemeliharaan sarana, pengawasan pusat kendali, dan kesiapan prosedur darurat menjadi hal yang langsung menyentuh penumpang, bukan sekadar urusan regulator. Pembahasan soal sebab kecelakaan di jalur darat pernah kami angkat dalam laporan analisis kecelakaan Fortuner Bandung yang diduga akibat rem blong, dan isu keselamatan transportasi serupa juga muncul saat korban terjepit dalam kecelakaan beruntun empat kendaraan di Buahbatu.

Pemerintah Spanyol belum merinci tenggat penyelesaian identifikasi tiga korban tersisa. Otoritas juga belum merilis hasil sementara investigasi atas dugaan kegagalan sistem perlindungan otomatis yang disebut Puente.