Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah Gugur di Kalteng, Jenazah Tiba di Astanaanyar dan Dimakamkan Meninggalkan Istri dan Dua Anak

Bandung · Oleh ·

Jenazah Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah tiba di rumah duka Astanaanyar, Bandung, setelah helikopter HA-5235 jatuh di Seruyan, Kalteng. Ia meninggalkan istri dan dua anak.

Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah Gugur di Kalteng, Jenazah Tiba di Astanaanyar dan Dimakamkan Meninggalkan Istri dan Dua Anak

Jenazah Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah tiba di rumah duka di Jalan Mohammad Toha, Gang Karyamas, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu (5/11/2026), sekitar pukul 13.10 WIB. Isak tangis keluarga menyambut peti yang datang setelah penantian sejak kabar kecelakaan sehari sebelumnya. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak, perempuan berusia 20 tahun dan laki-laki berusia 17 tahun.

Dudi gugur dalam kecelakaan helikopter TNI AD bernomor registrasi HA-5235 yang jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.00. Dari delapan personel di dalam helikopter, tiga dinyatakan meninggal dan lima selamat. Selain Dudi, dua prajurit lain gugur, yaitu Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar dan Sertu Anumerta Heri Prasetyo.

Kakak almarhum, Letkol CPL Agus Priatna, menyatakan keluarga belum menerima penjelasan rinci soal kronologi kecelakaan. Informasi yang mereka pegang baru sebatas waktu dan lokasi kejadian serta jumlah korban dari satuan atas.

Baca Juga: Masjid Agung Paseh Cipaku Baru 50 Persen, Panitia Baru Kumpulkan Rp1,3 Miliar dan Butuh Rp700 Juta Lagi

"Secara kronologis kami dari pihak keluarga belum tahu. Yang jelas beliau kecelakaan kemarin pukul 11.00 di Kalimantan," ujar Agus di rumah duka.

Dudi bertugas mendukung pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Penugasan itu berjalan sejak 18 September 2026 hingga kecelakaan terjadi, sekitar tujuh pekan kemudian. Operasi pemadaman karhutla memang menyerap personel dalam rentang waktu panjang, dan risiko penerbangan di wilayah operasi menjadi bagian dari pekerjaan itu.

Di mata keluarga, Dudi dikenal sebagai sosok yang paling dekat dengan orang tua dan keluarganya. Agus menyampaikan hal itu singkat saat ditemui di rumah duka.

Baca Juga: Letkol Cpn Anwar Dudi Gugur di Karhutla Kalteng, Rumah Duka di Astanaanyar Dipenuhi Karangan Bunga Petinggi TNI

"Sosok almarhum adalah orang yang paling mencintai keluarga dan orang tua. Itu saja," tutur Agus.

Kepergian Dudi menambah daftar prajurit asal Jawa Barat yang gugur saat menjalankan tugas di luar provinsi. Sebelumnya, rumah duka di Astanaanyar juga dipenuhi karangan bunga petinggi TNI saat menyambut jenazah Letkol Cpn Anwar Dudi yang gugur dalam kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Pola penugasan karhutla di Kalimantan dengan durasi berbulan-bulan membuat risiko itu berulang bagi personel yang dikirim dari satuan di Bandung.

Bagi keluarga di Bandung, kehilangan seperti ini juga soal penghidupan. Dudi adalah pencari nafkah utama dengan dua anak yang belum mandiri, satu di usia kuliah dan satu lagi di bangku sekolah menengah. Proses administrasi santunan, asuransi, dan hak pensiun keluarga menjadi urusan yang harus segera diurus setelah pemakaman, dan itu berjalan di luar sorotan upacara militer.

Rumah duka di Astanaanyar bukan kali pertama menerima jenazah prajurit yang pulang dari operasi. Dua pemberitaan kami sebelumnya mencatat proses serupa, mulai dari kedatangan jenazah Mayor Zulmi di rumah duka Cimahi sampai tangis keluarga setelah penantian panjang. Yang berulang bukan hanya duka, tapi juga beban yang ditinggalkan pada keluarga yang tinggal.

Helikopter HA-5235 jatuh di perairan Seruyan saat mendukung operasi pemadaman. Tiga dari delapan personel tidak selamat, sementara lima lainnya dievakuasi. Pihak keluarga di Bandung masih menunggu penjelasan resmi mengenai penyebab kecelakaan.