Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pasutri Polisi Gadungan di Bandung Diringkus Massa di Tegalega Usai Rampas Motor Pemuda 22 Tahun

Bandung · Oleh ·

Pasutri polisi gadungan S dan W diringkus massa di GOR Tegalega Bandung setelah merampas motor pemuda 22 tahun di Batununggal, pistol mainan jadi alat intimidasi

Pasutri Polisi Gadungan di Bandung Diringkus Massa di Tegalega Usai Rampas Motor Pemuda 22 Tahun

Warga kawasan GOR Tegalega, Kota Bandung, mengepung sepasang suami istri pada Selasa (3/11) malam. Pasangan berinisial S (38) dan W (34) itu ditahan massa yang menilai keduanya telah mencuri sepeda motor dan dompet. Ketegangan baru surut setelah Tim Prabu Pakuan Polrestabes Bandung masuk ke kerumunan dan mengamankan keduanya.

Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin menyebut penangkapan berawal dari laporan warga soal keributan di Tegalega. Petugas yang tiba di lokasi menemukan pasutri itu sudah dikelilingi warga. Polisi lalu menggeledah keduanya dan menyita sejumlah barang.

"Setelah diamankan kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan barang berupa satu buah pistol mainan, satu unit kendaraan roda dua merk PCX dan satu buah dompet yang patut diduga hasil curian," ungkap Asep.

Pistol mainan itu dipakai untuk mengintimidasi korban agar percaya keduanya anggota kepolisian yang bertugas. Sepeda motor PCX dan dompet yang disita diduga hasil kejahatan. Seluruh barang bukti kini berada di Polsek Regol.

Baca Juga: Mahasiswa Bhakti Pertiwi Tewas Setelah Dituduh Curi Jam Tangan, Keluarga Adukan Dugaan Pengeroyokan ke Bareskrim

Aksi keduanya bermula pada Minggu (1/11) di kawasan Lapangan Kompleks Batununggal. Korban, pemuda berinisial R (22), didatangi pelaku yang menuduhnya membawa narkoba jenis sabu dan tramadol. Di bawah ancaman tuduhan palsu itu, R digeledah badan dan kendaraannya. Saat R lengah, motornya dibawa kabur dengan dalih penyitaan.

Dua hari kemudian R berpapasan dengan pasutri tersebut di Tegalega. R berteriak meminta bantuan warga, dan pelarian keduanya berakhir di tengah kerumunan. Polisi belum memerinci pasal yang dikenakan, termasuk kemungkinan jerat pidana pencurian dengan pemberatan dan pemakaian identitas aparat secara palsu.

Kasus ini menambah deretan kejahatan berpura-pura menjadi aparat di Bandung. Sebelumnya, seorang pelaku di Bandung mencuri Rp600 ribu dari korbannya dengan mengaku polisi dan memakai foto rekayasa AI, lalu ditangkap dua hari setelah kejadian, seperti diberitakan dalam laporan penangkapan polisi gadungan bermodal foto AI.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Farhan Perluas Kerja Posyandu ke Enam Layanan Dasar, Target Zero New Stunting

Penangkapan oleh massa sendiri bukan hal baru di kota ini. Saat demo di DPRD Kota Bandung, kericuhan berujung pada pembakaran pos polisi di Jalan Cikapayang. Dua peristiwa itu memperlihatkan jarak tipis antara amarah warga dan tindakan main hakim sendiri.

Bagi warga Bandung, modus mengaku polisi sulit dikenali karena pelaku memakai seragam, pistol, dan bahasa ancaman yang mirip aparat sungguhan. Warga yang didatangi orang tak dikenal dan diminta menyerahkan kendaraan sebaiknya mencatat identitas, nomor kendaraan, dan lokasi kejadian sebelum melapor ke polisi terdekat.

S dan W beserta barang bukti telah dibawa ke Polsek Regol. Asep menyatakan keduanya akan menjalani pemeriksaan mendalam atas rentetan aksi yang mereka lakukan.