Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Letkol Cpn Anwar Dudi Gugur di Karhutla Kalteng, Rumah Duka di Astanaanyar Dipenuhi Karangan Bunga Petinggi TNI

Bandung · Oleh ·

Letkol Cpn Anwar Dudi Firmansyah, crew helikopter TNI AD yang gugur saat misi pemadaman karhutla di Seruyan, dimakamkan dari rumah duka di Astanaanyar, Bandung.

Letkol Cpn Anwar Dudi Gugur di Karhutla Kalteng, Rumah Duka di Astanaanyar Dipenuhi Karangan Bunga Petinggi TNI

Karangan bunga dari Panglima TNI, KASAD, Pangkostrad, dan sejumlah petinggi TNI lain mulai berdatangan ke sebuah rumah di gang depan Puskesmas Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Kamis (5/11/2026). Rumah itu menjadi rumah duka Letkol Cpn (Anm) Anwar Dudi Firmansyah, personel crew helikopter TNI AD yang tewas dalam kecelakaan di Perairan Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

Sejak pagi, bendera kuning dipasang di mulut gang sebagai penanda lokasi rumah duka. Warga dan pelayat yang melintas di Jalan Pelindung Hewan bisa langsung mengenali tempat itu dari bendera tersebut dan deretan bunga yang ditata di halaman.

Anwar bertugas di Semarang sebelum dikirim ke Kalimantan Tengah. Ia ikut dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan bersama dua anggota TNI lain yang juga gugur. Helikopter MI-17V5 HA-5235 milik TNI AD yang ia tumpangi membawa delapan orang, termasuk pilot.

Baca Juga: Masjid Agung Paseh Cipaku Baru 50 Persen, Panitia Baru Kumpulkan Rp1,3 Miliar dan Butuh Rp700 Juta Lagi

Kakak korban, Letkol CPL Agus Priyatna, menyebut penugasan adiknya ke Kalimantan Tengah merupakan bagian dari bantuan satuan untuk pemadaman karhutla. "Dalam rangka mendukung pemerintah untuk pemadaman (pemadaman karhutla)," ujarnya.

Agus mengaku tidak menerima kronologi rinci insiden tersebut. Keluarga hanya mendapat kabar dari satuan bahwa telah terjadi kecelakaan. "Informasi didapat dari satuan yaitu kecelakaan. Delapan orang informasinya, meninggal tiga orang, lima selamat," ujarnya.

Data itu sejalan dengan jumlah korban yang disebut keluarga. Dari delapan penumpang, tiga orang tewas dan lima orang selamat. Identitas dua korban lain belum disebut dalam keterangan yang diterima keluarga.

Baca Juga: Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah Gugur di Kalteng, Jenazah Tiba di Astanaanyar dan Dimakamkan Meninggalkan Istri dan Dua Anak

Di lingkungan keluarga, Agus menggambarkan adiknya sebagai ayah yang dekat dengan anak dan istrinya, serta anak yang sayang pada ibu dan keluarganya. Anwar meninggalkan dua anak, satu perempuan dan satu laki-laki.

Kecelakaan helikopter TNI AD bukan kasus pertama yang menyita perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, pemakaman korban kecelakaan helikopter PK-CFX di Sidoarjo juga jadi perhatian, dan proses evakuasi serta identifikasi korban jadi bagian penting dalam penanganannya. Pola yang sama terlihat di sini: keluarga menunggu kepastian status dan penyebab insiden dari satuan.

Bagi pembaca di Bandung Raya, peristiwa ini menyentuh langsung karena korban berdomisili di Kota Bandung. Rumah duka di Astanaanyar menjadi titik pertemuan keluarga, tetangga, dan rekan sesama prajurit untuk memberi penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan.

Keluarga belum membeberkan jadwal pemakaman maupun hasil penyelidikan insiden. Keterangan yang beredar sejauh ini masih terbatas pada jumlah korban dan tujuan penugasan. Penyebab kecelakaan helikopter belum diumumkan secara resmi.

Kasus kecelakaan udara yang menimpa personel bertugas menempatkan perhatian pada prosedur keselamatan dan mekanisme pemberian informasi kepada keluarga korban. Di kasus lain, seperti kecelakaan maut di Bandung yang menewaskan lima orang, proses klarifikasi penyebab juga jadi sorotan warga. Perbandingan itu menunjukkan betapa pentingnya keterbukaan awal agar keluarga tidak menduga-duga.

Penanganan insiden di Perairan Pematang Limau masih berjalan. Keluarga di Bandung menunggu kejelasan, sementara karangan bunga terus berdatangan ke gang kecil di depan Puskesmas Pelindung Hewan.