Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jenazah Mayor Zulmi Aditya Tiba di Cimahi, Tangis Keluarga Setelah Penantian

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Jenazah Mayor Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI gugur di Lebanon, tiba di rumah duka Cimahi setelah penantian pekan. Keluarga mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan rasa lega serta duka.

Jenazah Mayor Zulmi Aditya Tiba di Cimahi, Tangis Keluarga Setelah Penantian

Sabtu (4/4/2026) pukul 21.15 WIB, jenazah Mayor Zulmi Aditya Iskandar tiba di kediaman keluarga di Jalan Cikendal Nomor 40, Kampung Cikendal, RT 01/RW 04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Jawa Barat. Suasana haru dan tangis langsung pecah di lokasi, setelah keluarga menunggu selama satu pekan sejak almarhum dikabarkan gugur dalam tugas perdamaian di Lebanon pada Senin (30/3/2026).

Kedatangan Jenazah di Rumah Duka Cimahi

Jenazah dibawa ke kediaman menggunakan mobil ambulans dengan pengawalan prajurit Kopassus berseragam lengkap. Setelah tiba, peti jenazah dibawa ke ruang tamu rumah yang dijadikan tempat duka untuk sementara waktu.

Perwakilan keluarga Mayor Zulmi, Risman Efendi, mengungkapkan rasa lega setelah penantian yang panjang. > "Alhamdulillah, penantian panjang dari Senin sampai Sabtu hari ini alhamdulillah almarhum ananda kami Zulmi Aditya Iskandar sudah tiba di rumah duka," kata Risman di tengah suasana yang penuh tangisan.

Risman juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu membawa jenazah almarhum dari Lebanon hingga ke rumah duka di Cimahi. Ia menegaskan bahwa keluarga sudah merasa ikhlas dengan kepergian almarhum, meskipun masih terasa duka yang mendalam.

Selain itu, Risman mengonfirmasi bahwa jenazah akan disemayamkan di rumah duka selama satu malam sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, pada Minggu (5/4/2026).

Upacara Penyemayaman di Bandara Soekarno-Hatta

Sebelum tiba di Cimahi, jenazah Mayor Zulmi beserta dua anggota TNI lainnya yang juga gugur dalam tugas di Lebanon tiba di Gedung VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 18.20 WIB pada hari yang sama.

Upacara penyemayaman di bandara dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Kepala Staf Angkatan Darat, dan Presiden Prabowo Subianto. Peti jenazah yang dibungkus bendera Merah Putih digotong oleh anggota TNI berseragam lengkap dari dalam mobil dan ditempatkan di tengah gedung. Acara diiringi dengan lagu kebangsaan Gugur Bunga yang menambah suasana duka.

Penegasan Kepala Staf Angkatan Darat

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi secara detail mengenai peristiwa gugurnya ketiga prajurit di Lebanon. Ia berharap bahwa penyelidikan mengenai insiden ini dapat segera diselesaikan dan hasilnya diumumkan secara jelas.

"Kami sangat berharap bahwa tindak lanjut penyelesaian insiden ini sudah direncanakan oleh Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, dan atas nama negara, sehingga kita bisa mengetahui apa dan bagaimana peristiwa ini terjadi," kata Maruli usai mengikuti upacara penyemayaman di bandara.

Maruli juga menambahkan bahwa ketiga prajurit yang gugur adalah putra-putra terbaik TNI yang terpilih melalui proses seleksi yang ketat untuk mengikuti misi perdamaian PBB UNIFIL di Lebanon. "Kami sangat kehilangan mereka, karena mereka adalah anggota TNI yang berkualitas dan berdedikasi," katanya.

Selain itu, KSAD menegaskan bahwa semua hak-hak para prajurit gugur akan terpenuhi dengan baik, baik dari internal TNI, negara, maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menaungi misi di Lebanon. Hak-hak tersebut antara lain:

Maruli menyebutkan jumlah santunan yang akan diterima oleh masing-masing keluarga: Rp1.894.688.236 untuk keluarga Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Rp1.846.309.049 untuk keluarga Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Rp1.854.075.205 untuk keluarga Praka Farizal Rhomadhon. "Semua manfaat ini sudah pasti akan diterima oleh keluarga para almarhum, sesuai dengan peraturan yang berlaku," tuturnya.

Kepala Staf TNI juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada keluarga para prajurit gugur, baik selama proses pemakaman maupun setelahnya. Hal ini sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan almarhum yang telah memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia.