Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Camat Ciampel Siapkan PATEN 18 November dan Kawal Anggaran Irigasi BBWS untuk Petani Karawang

Jabar · Oleh ·

Camat Ciampel menjadwalkan PATEN 18 November 2026 dan memastikan BBWS sudah menyiapkan anggaran perbaikan irigasi bagi petani, dengan pekerjaan lain senilai Rp60 juta menunggu Januari.

Camat Ciampel Siapkan PATEN 18 November dan Kawal Anggaran Irigasi BBWS untuk Petani Karawang

Pelayanan administrasi dijadwalkan turun ke warga Ciampel

Warga Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, akan mendapat kesempatan menyampaikan keluhan langsung ke jajaran pemerintah pada 18 November 2026. Kegiatan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) itu menjadi agenda utama yang dibahas dalam Rapat Minggon kecamatan, Selasa (3/11/2026).

Rapat dipimpin Camat Ciampel H. Agus Sugiono dan diikuti pemerintah desa serta unsur lintas sektor. Ia meminta kegiatan PATEN dipakai desa untuk membawa persoalan yang belum tuntas, terutama soal pelayanan kesehatan, pembangunan, dan kesejahteraan warga.

Baca Juga: Polres Cianjur Kerahkan 600 Personel Kawal Pilkades Digital Pertama di 47 Desa

"Melalui PATEN, kita berharap pelayanan kepada masyarakat semakin dekat dan berbagai masukan dapat disampaikan secara langsung. Ini menjadi kesempatan bagi pemerintah desa untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat komunikasi dengan para pemangku kebijakan," ungkap H. Agus Sugiono.

Jadwal itu berarti warga punya satu titik temu resmi dengan pemerintah kecamatan sebelum tahun anggaran berganti. Bagi desa yang selama ini hanya menyampaikan keluhan lewat jalur formal, forum tersebut menjadi ruang untuk mempercepat tindak lanjut.

Pendampingan stunting jadi perhatian

Agus menyoroti penanganan stunting di wilayahnya. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan tidak hanya bergantung pada besar anggaran, tapi juga pada konsistensi pendampingan dan keterlibatan semua pemangku kepentingan.

Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Jadwalkan Tanam Sentra Buah Akhir November 2026 di Tiap Desa

Ia berharap dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang masuk ke Ciampel diarahkan ke kegiatan yang benar-benar berdampak bagi warga, bukan sekadar seremonial. Arahan itu disampaikan di depan peserta rapat yang mencakup perangkat desa dan instansi teknis.

Irigasi petani menunggu waktu pelaksanaan

Saluran irigasi yang rusak menjadi salah satu persoalan yang dibahas. Pemerintah kecamatan mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta, dan penyuluh pertanian soal rencana perbaikan.

Koordinasi itu disebut membuahkan hasil. BBWS telah menyiapkan anggaran untuk pekerjaan pada tahun anggaran berjalan. Meski begitu, pelaksanaan masih menunggu waktu yang tepat karena harus mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan, termasuk masa pengeringan saluran.

"Kami terus mengawal proses ini. Alhamdulillah, setelah dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan BBWS, sudah ada tindak lanjut dan anggaran yang disiapkan. Harapan kami, pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan teknis di lapangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Untuk petani di Ciampel, kepastian jadwal sama pentingnya dengan kepastian anggaran. Perbaikan yang tertunda sampai musim tanam berikutnya berisiko membuat sawah kembali kekeringan atau kebanjiran.

Anggaran Rp60 juta untuk pekerjaan Januari

Selain irigasi, ada pekerjaan infrastruktur pertanian lain yang sudah disurvei dan disusun Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kebutuhannya sekitar Rp60 juta dan direncanakan direalisasikan pada Januari 2027.

Agus menegaskan pemerintah kecamatan akan mengawal pekerjaan itu sampai tuntas. Ia tidak ingin anggaran hanya diterima lalu berhenti di atas kertas tanpa hasil yang bisa dilihat petani.

Koordinasi desa dan evaluasi akhir tahun

Dalam rapat itu, Agus mengingatkan kepala desa dan perangkatnya agar konsisten mengikuti agenda koordinasi. Hasil rapat harus disampaikan kembali ke jajaran masing-masing supaya informasi dan kebijakan tidak terputus di tengah jalan.

Ia juga meminta evaluasi program dilakukan berkala, khususnya soal realisasi anggaran dan pelayanan publik yang memasuki tahap akhir tahun. Pola koordinasi serupa pernah ditekankan di kecamatan lain, seperti dalam rapat minggon Cikarang Timur yang menyoroti integritas aparat.

Masa tugas Plt camat berakhir

Agus menyampaikan bahwa masa penugasannya sebagai Pelaksana Tugas Camat Ciampel akan berakhir pada awal November 2026. Penugasan berikutnya sedang disiapkan seiring proses penyesuaian kepemimpinan.

Ia meminta dinamika tersebut tidak mengganggu jalannya pemerintahan dan pelayanan. Kesinambungan koordinasi antarjajaran dinilai menjadi penentu kualitas layanan yang diterima warga.

Persoalan transparansi pelayanan memang berulang muncul di Karawang, termasuk tuntutan ASN soal keterbukaan pelayanan pajak daerah. Di Ciampel, ujiannya sederhana: apakah PATEN 18 November benar-benar mempermudah urusan warga dan apakah perbaikan irigasi senilai puluhan juta itu benar-benar dikerjakan sesuai jadwal.