Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Asap Kebakaran Gunung Margatapa Majalengka Ganggu Pernapasan Warga, 4 Hektare Lahan Terbakar

Jabar · Oleh ·

Asap kebakaran Gunung Margatapa Majalengka mengganggu pernapasan warga. Sekitar 4 hektar lahan terbakar dalam dua hari pertama, sementara api sempat mendekati permukiman.

Asap Kebakaran Gunung Margatapa Majalengka Ganggu Pernapasan Warga, 4 Hektare Lahan Terbakar

Asap dari kebakaran Gunung Margatapa mengganggu aktivitas dan pernapasan warga di sekitar lokasi. Api yang muncul sejak Rabu kemudian sempat mendekati permukiman pada sore hari ketiga.

Warga sekitar harus menghirup udara yang terganggu akibat kobaran api di kawasan Cicurug, Majalengka. Rezza Permana dari BPBD Majalengka mengatakan masyarakat dan tim gabungan berjibaku untuk menghambat pergerakan api agar tidak masuk ke area pemukiman.

"Api memang dari sejak sore sempat bersinggungan langsung dengan pemukiman," kata Rezza. "Alhamdulillah masyarakat, seluruh tim juga berjibaku untuk meminimalisir pergerakan api supaya tidak bergerak ke arah pemukiman."

Baca Juga: Warga Bekasi dapat sosialisasi program keluarga dari Putih Sari, siapapun bisa ikut meski lansia

Berdasarkan perhitungan sementara, sekitar 4 hektare lahan terbakar dalam dua hari pertama. Luas lahan yang terdampak pada hari ketiga belum bisa dihitung karena api masih berkobar.

Medan yang terjal dan angin kencang menjadi hambatan utama dalam proses pemadaman. Kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik-titik api di bagian atas karena kontur tanah yang sulit dilalui. Tim kemudian menggunakan metode sekat bakar dan bakar balik untuk menghambat penyebaran api.

Titik-titik api tersebar di beberapa lokasi. Beberapa di antaranya membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan karena adanya kumpulan bambu yang mudah terbakar.

Baca Juga: Pilkades Karangharum Bekasi gelar kampanye terbuka jelang pemungutan suara

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, TNI, dan Polri terus melakukan penanganan di lapangan. Rezza mengatakan penyebab pasti kebakaran belum bisa ditentukan karena pihak terkait masih berfokus pada pemadaman.

"Untuk pemicunya sendiri mungkin nanti akan diselidiki oleh pihak terkait," kata Rezza. "Kami tim gabungan sekarang hanya fokus terlebih dahulu untuk melaksanakan pemadaman."

BPBD Majalengka juga memperingatkan masyarakat agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar. Rezza mengingatkan bahwa ancaman pidana bagi pembakar lahan sudah jelas sesuai arahan kepolisian.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar karena memang ancaman pidananya sudah jelas," katanya.

Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang menghabiskan 40 hectare lahan dalam tiga hari.