Warga Bekasi dapat sosialisasi program keluarga dari Putih Sari, siapapun bisa ikut meski lansia
Warga Bekasi dapat sosialisasi program keluarga dari Kemendukbangga. Putih Sari dari Komisi IX DPR menekankan semua kalangan punya peran dalam siklus keluarga, dari remaja hingga lansia.

Warga Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mendapat penyuluhan tentang program pembangunan keluarga dari Kemendukbangga. Kegiatan ini menekankan bahwa semua orang punya peran, mulai dari remaja sampai lansia.
Kabupaten Bekasi merupakan wilayah dengan populasi lebih dari 3 juta jiwa. Pertumbuhan penduduknya terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini membuat kebutuhan akan edukasi keluarga semakin mendesak.
Program Keluarga Tidak Hanya untuk Pasangan Menikah
Putih Sari, legislator dari Komisi IX DPR RI, menegaskan bahwa pembangunan keluarga bukan sekadar program untuk pasangan yang sudah menikah. Remaja yang belum berkeluarga juga menjadi bagian dari siklus ini.
Baca Juga: Pilkades Karangharum Bekasi gelar kampanye terbuka jelang pemungutan suara
"Pembangunan keluarga itu merupakan sebuah siklus. Dimulai dari remaja, sebelum membentuk keluarga, kemudian memasuki masa kehamilan, kelahiran, bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa sampai lansia," katanya.
Ia menjelaskan, remaja membutuhkan edukasi dan persiapan sebelum menikah. Pasangan muda memerlukan informasi soal kesehatan reproduksi dan perencanaan. Sementara lansia tetap punya peran melalui pengalaman dan keteladanan.
Keluarga Berencana Bukan Sekadar Kontrasepsi
Menurut Putih Sari, banyak warga yang salah paham tentang program keluarga berencana. Program ini bukan hanya tentang penggunaan alat kontrasepsi, melainkan juga membantu keluarga merencanakan kehidupan secara bertanggung jawab.
Baca Juga: AT, Wakasek SMAN 1 Pamanukan Subang, Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan
Perencanaan itu mencakup kesiapan ekonomi, kesehatan ibu dan anak, pengasuhan, pendidikan, sampai persiapan masa depan. Tujuannya agar setiap keluarga bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar.
"Yang penting adalah bagaimana keluarga dapat merencanakan kehidupannya dengan baik. Bagaimana anak-anak yang sudah lahir kita siapkan agar tumbuh sehat, mendapatkan pendidikan yang baik," tutur Putih Sari.
Lembaga BKKBN Naik Tingkat jadi Kementerian
Putih Sari menjelaskan bahwa urusan kependudukan dan keluarga kini menjadi program strategis pemerintah. BKKBN yang dulu berstatus badan kini berubah menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Perubahan ini menunjukkan bahwa pembangunan keluarga mendapat perhatian lebih besar di tingkat nasional. Anggaran dan SDM yang tersedia diharapkan bisa lebih optimal.
Kualitas Penduduk Sama Pentingnya dengan Jumlah
Putih Sari mengingatkan agar warga tidak只看 jumlah penduduk saja. Kualitas pendidikan, kesehatan, dan produktivitas juga harus diperhatikan. Jumlah penduduk yang besar bisa jadi potensi jika disertai peningkatan SDM.
"Jangan hanya melihat jumlah penduduknya. Kualitas juga harus diperhatikan," sebutnya.
Ia menilai keluarga yang berkualitas tidak harus sempurna. Setiap keluarga punya latar belakang dan tantangan berbeda. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, saling mendukung, dan menciptakan lingkungan yang aman.
###Partisipasi Masyarakat Diperlukan
Putih Sari menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan pembangunan keluarga butuh peran aktif warga. Mulai dari keluarga masing-masing, sesuai kondisi dan kemampuan.
Hadir dalam kegiatan ini perwakilan DPPKB Kabupaten Bekasi dan Provinsi Jawa Barat, serta Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi dari fraksi yang sama. Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara warga dan perwakilan pemerintah.
"Perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kita bisa memulainya dari keluarga kita sendiri," kata Putih Sari.