Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kebakaran Lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai Habiskan 40 Hektare dalam Tiga Hari

Jabar · Oleh ·

Kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai menghanguskan 40 hektare lahan dalam tiga hari. Pohon sonokeling mendominasi area terdampak.

Kebakaran Lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai Habiskan 40 Hektare dalam Tiga Hari

Sekitar 40 hektare lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai hangus terbakar selama tiga hari. Api melalap area yang didominasi pohon sonokeling di tiga blok kawasan TNGC. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan mencatat lokasi kebakaran meliputi Blok Cileutik, Blok Manguntapa, dan Blok Cimaung di Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan. Pemadam menghadapi medan terjal penuh bebatuan dan keterbatasan sumber air di lokasi. Angin yang berubah arah secara tiba-tiba juga membuat api melompati sekat bakar yang telah dibuat petugas.

Petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, relawan, serta masyarakat peduli api (MPA) menangani kebakaran dengan alat seadanya. Mereka menggunakan mesin pompa, selang, nosel, jetshooter, dan kendaraan dobel gardan untuk menjangkau titik-titik api. Pendinginan area yang telah terbakar menjadi langkah penting karena bara di dalam tanah bisa menyala kembali.

Baca Juga: Majalengka Siagakan Semua Faskes Antisipasi Dampak Abu Vulkanik pada Warga

Pohon sonokeling merupakan salah satu jenis yang mendominasi area terdampak. Kayu ini termasuk species asli Jawa Barat yang dilindungi perdagangan internasionalnya lewat ketentuan CITES. Kerusakan pada habitat di kawasan konservasi ini berpotensi mengganggu ekosistem yang menjadi habitat satwa liar.

Tinggi dan keringnya vegetasi di kawasan Gunung Ciremai ikut mempercepat penyebaran api. Curah hujan minim selama musim kemarau membuat lapisan dedaunan dan rumput menjadi sangat mudah terbakar. Kondisi ini membuat setiap percikan api berpotensi memicu kobaran besar.

Kebakaran di kawasan TNGC bermula dari kepulan asap di Blok Cileutik pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Api kemudian merembet ke Blok Cimaung dan Blok Manguntapa dalam hitungan jam. Asap terlihat mengepul hingga menutupi area hutan yang lebat.

Baca Juga: PSI Klari dan Ciampel Bagikan Masker Gratis untuk Pengguna Motor di Tengah Potensi Paparan Abu Vulkanik

Berdasarkan pengalaman kejadian serupa di kawasan konservasi Jawa Barat, akses kendaraan pemadam sering kali tidak mampu menjangkau titik api di lahan yang terjal. Pembukaan Lahan untuk Pertanian Diduga Picu Kebakaran 4 Hektare Hutan Bukit Tunggul menunjukkan bahwa pembukaan lahan di sekitar kawasan hutan menjadi salah satu pemicu kebakaran yang sulit dicegah.

Pihak TNGC hingga berita ini diturunkan masih melanjutkan operasi pemadaman dan pendinginan di seluruh titik yang terdampak.