Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pilkades Karangharum Bekasi gelar kampanye terbuka jelang pemungutan suara

Jabar · Oleh ·

Ribuan warga Desa Karangharum, Bekasi, bakal memilih kepala desa baru. Hj. Putri Nurul Fajar nomor urut 2 menonjol sebagai figur dekat masyarakat.

Pilkades Karangharum Bekasi gelar kampanye terbuka jelang pemungutan suara

Desa Karangharum, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, tengah mempersiapkan Pemilihan Kepala Desa tahun ini. Ribuan warga pemilik suara bakal menentukan siapa yang bakal memimpin desa mereka selama lima tahun ke depan.

Pilkades di desa ini berlangsung di tengah masyarakat yang menghendaki perubahan nyata di bidang pelayanan dan pembangunan. Durante pemilihan kepala desa sebelumnya, warga kerap mengeluhkan jarak antara pemerintah desa dengan kebutuhan warga.

Hj. Putri Nurul Fajar maju sebagai calon Kepala Desa nomor urut 2. Ia tercatat sebagai sosok yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat. Karakternya yang komunikatif dan terbuka menjadi modal utama yang disampaikan pendukungnya.

Baca Juga: AT, Wakasek SMAN 1 Pamanukan Subang, Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan

Bagi sebagian warga, kedekatan calon dengan mereka menjadi pertimbangan utama. Mereka menghendaki pemimpin yang memahami langsung kehidupan sehari-hari warga, bukan sekadar mengetahui dari laporan.

Visi pemerintahan yang diandalkan

Calon nomor urut 2 menjanjikan pemerintahan yang lebih responsif dan transparan. Pendukungnya meyakini kemampuan tersebut dapat dirasakan langsung oleh warga dalam urusan administrasi dan pelayanan dasar.

Baca Juga: Putih Sari Dorong Pekerja Informal Bekasi Daftar BPJS Ketenagakerjaan Demi Jaminan Aman Saat Bekerja

Di sektor pembangunan, warga menghendaki program yang menyentuh kebutuhan sehari-hari. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan anak-anak, serta perbaikan infrastruktur jalan dan drainase menjadi beberapa prioritas yang diharapkan warga.

Pelaksanaan pemungutan suara akan menentukan arah pemerintahan desa untuk lima tahun ke depan. Warga berharap pemimpin terpilih mampu menjembatani kebutuhan mereka dengan kebijakan yang implementatif.