Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Angin Kencang Rusak 50 Rumah di Rancah dan Rajadesa Ciamis serta 24 Rumah di Tasikmalaya

Jabar · Oleh ·

Angin kencang merusak 50 rumah di Rancah dan Rajadesa Ciamis serta 24 rumah di Tasikmalaya. Tidak ada korban jiwa, warga mulai menerima bantuan asbes.

Angin Kencang Rusak 50 Rumah di Rancah dan Rajadesa Ciamis serta 24 Rumah di Tasikmalaya

Warga di dua kecamatan Kabupaten Ciamis dan sejumlah kelurahan Kota Tasikmalaya harus menambal atap rumah mereka dengan asbes sementara setelah hujan deras disertai angin kencang melanda pada Jumat (6/11/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi puluhan bangunan rusak mulai dari bagian atap hingga struktur yang tertimpa pohon.

BPBD Kabupaten Ciamis mencatat 50 unit rumah terdampak yang tersebar di Kecamatan Rancah dan Kecamatan Rajadesa. Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap karena genting tersapu angin. Sebagian rumah juga tertimpa pohon tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan kerusakan bangunan cukup masif meski tidak ada korban jiwa. Ia menjelaskan penyebab utama kerusakan di lapangan.

Baca Juga: Delapan Polisi Polresta Karawang Ditahan Propam Polda Jabar, Dua di Antaranya Perwira Termasuk Kasat Narkoba

"Hujan disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah. Puluhan rumah rusak di bagian atap karena genting tersapu angin," ujar Ani Supiani, Sabtu (7/11/2026).

Hingga Sabtu, tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, Tagana, dan warga setempat masih bekerja di lokasi. Petugas memangkas pohon yang menimpa bangunan dengan mesin senso dan membersihkan puing. Pemerintah desa mulai menyalurkan bantuan asbes untuk mengganti atap warga yang rusak.

Di Kota Tasikmalaya, jumlah rumah rusak bertambah menjadi 24 unit. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova Avatar, menyebut kerusakan mayoritas terjadi pada atap yang tersapu angin. Beberapa titik juga melaporkan pohon tumbang yang mengganggu akses dan fasilitas publik.

Baca Juga: Jayadi Ajak Seniman Dangdut Karawang Ikut Kampanye Antinarkoba lewat Panggung dan Lagu

Kejadian ini menambah deretan laporan cuaca ekstrem di wilayah Priangan Timur dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, angin kencang juga merusak belasan rumah di Ciamis dan Pangandaran, sementara cuaca ekstrem di Tasikmalaya merusak 2 mobil dan menumbangkan puluhan pohon. Pola yang berulang ini membuat warga di kawasan perbukitan dan permukiman padat paling rentan setiap kali hujan disertai angin datang.

Bagi warga Bandung Raya dan Jawa Barat, kejadian di Ciamis dan Tasikmalaya ini menjadi pengingat bahwa kerusakan akibat angin kencang tidak selalu soal korban jiwa. Kerugian yang paling terasa justru pada atap rumah yang harus diganti, biaya perbaikan yang keluar mendadak, dan kebutuhan asbes serta tenaga kerja yang tidak selalu tersedia cepat di desa. Di Rancah dan Rajadesa, bantuan asbes dari pemerintah desa menjadi sandaran awal warga sebelum perbaikan menyeluruh dikerjakan.

Penanganan pascabencana juga bergantung pada kecepatan pendataan. Petugas gabungan di Kota Tasikmalaya masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan untuk memastikan keselamatan warga serta memulihkan kondisi lingkungan. Pendataan yang lambat berisiko membuat warga menanggung biaya perbaikan sendiri lebih lama.

Ani juga meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan karena cuaca ekstrem masih berpotensi memicu longsor, banjir, hingga angin puting beliung. Imbauan serupa pernah muncul setelah angin puting beliung merusak 27 rumah di Kabupaten Bekasi, yang juga berlangsung tanpa korban jiwa namun meninggalkan kerusakan bangunan.

"Kami minta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan karena cuaca ekstrem bisa menimbulkan longsor, banjir, hingga angin puting beliung," tambahnya.

Data kerusakan yang dihimpun BPBD Ciamis masih dapat berubah karena pendataan di lapangan belum selesai. Warga di dua kecamatan itu kini menunggu giliran perbaikan atap sambil membersihkan sisa genting dan puing di sekitar rumah masing-masing.