Angin Puting Beliung Rusak 27 Rumah di Kabupaten Bekasi, Tanpa Korban Jiwa
Cuaca ekstrem menyebabkan angin puting beliung melanda dua desa di Kabupaten Bekasi, merusak 27 rumah warga tanpa korban jiwa. BPBD telah menurunkan petugas untuk menangani dan menyalurkan bantuan.

Angin Puting Beliung Rusak 27 Rumah di Kabupaten Bekasi
Pada awal April 2026, cuaca ekstrem menghasilkan angin puting beliung yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan signifikan pada 27 unit rumah warga, namun beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan.
Kerusakan Tersebar di Dua Kecamatan Cikarang
Korban angin puting beliung tercatat tersebar di dua wilayah utama:
- Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat: Sebanyak 16 rumah mengalami kerusakan, baik akibat terpaan angin kencang maupun tertimpa pohon tumbang. Titik kerusakan terparah berada di Kampung Cicau PLN RT 02/05, di mana satu rumah yang dihuni dua kepala keluarga mengalami kerusakan berat pada atap dapur dan bagian depan bangunan.
- Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan: Sebanyak 11 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, termasuk beberapa fasilitas milik pemerintah desa setempat.
Testimoni Warga yang Terdampak
Salah satu warga terdampak, Sarwan, menceritakan peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah sekitar pukul 15.00 WIB, disertai angin kencang yang datang secara tiba-tiba. Ia mengaku tidak sempat mengantisipasi kejadian hingga atap rumahnya beserta rangkanya tersapu angin, merusak dapur dan bagian depan rumah dalam waktu singkat.
"Atap dapur dan bagian depan rumah terlepas bersama rangkanya. Kami sempat panik karena orang tua sedang sakit, sehingga harus segera dievakuasi meski angin hanya berlangsung sebentar," ujar Sarwan.
Penanganan dan Bantuan dari BPBD
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengkonfirmasi bahwa timnya telah segera menurunkan petugas ke lokasi untuk melakukan asesmen kerusakan dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi dengan baik.
Dodi juga menegaskan bahwa tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun kerusakan material yang dialami cukup signifikan. Ia mengimbau masyarakat di wilayah Bekasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor.
"Warga diharapkan tetap siaga, melakukan evakuasi lebih awal jika diperlukan, serta segera melapor kepada petugas apabila membutuhkan bantuan," tandas Dodi