Zaenal Abidin Ingatkan Warga Bekasi Konten Digital Bernada Penghinaan Bisa Menyakiti Perasaan Masyarakat
Zaenal Abidin dari Aliansi Ormas Bekasi mengingatkan warga agar tidak menyebarkan konten digital bernada penghinaan terhadap figur kepala daerah

Zaenal Abidin, Ketua Umum Aliansi Ormas Bekasi (AOB), meminta warga Bjekasi lebih selektif dalam membuat dan menyebarkan konten digital. Ia menyoroti maraknya konten di media sosial yang menampilkan figur kepala daerah dalam nuansa merendahkan.
Zaenal menjelaskan, kepala daerah bukan sekadar individu. Ketika seseorang dipercaya memimpin pemerintahan, ia menjadi wajah daerah di ruang publik. Karena itu, konten yang mempermalukan sosok tersebut tanpa dasar jelas ikut menyakiti perasaan masyarakat yang diwakilinya.
"Kalau figur kepala daerah dipermalukan di ruang publik tanpa proses pembuktian, wajar kalau muncul pertanyaan dan rasa tidak nyaman di tengah masyarakat," kata Zaenal.
Baca Juga: Sampah di Pantograf Bikin KRL Cikarang Berasap, 3.000-an Penumpang Alami Keterlambatan 27 Menit
Zaenal menegaskan, dirinya tidak melarang kritik terhadap pemerintah. Kritik terhadap kebijakan tetap diperlukan sebagai bagian dari demokrasi. Namun, ia membedakan antara mengkritik kebijakan dengan menggiring persepsi terhadap pribadi kepala daerah.
"Kalau yang dikritik adalah kebijakannya, silakan kita debatkan kebijakannya. Tetapi ketika figur kepala daerah digambarkan secara tertentu melalui konten yang belum jelas kebenarannya, itu sudah menyentuh persoalan lain. Bisa saja yang merasa terluka bukan hanya pejabatnya, tetapi masyarakat yang melihat pemimpinnya diperlakukan seperti itu," katanya.
Ia juga menyoroti fenomena akun anonim yang menggunakan identitas tidak jelas. Menurut Zaenal, anonimitas tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas. Ketika konten menyangkut tuduhan dan reputasi seseorang, harus ada tanggung jawab di baliknya.
Zaenal berharap, jika memang ada laporan hukum terkait konten tersebut, aparat dapat menelusuri sesuai prosedur. Ia menekankan bahwa masyarakat membutuhkan kepastian berdasarkan fakta, bukan spekulasi dari akun yang paling keras bersuara.
"Jangan menjadi bagian dari rantai penyebaran sesuatu yang belum tentu benar. Sekali konten menyebar, dampaknya sulit dikendalikan. Yang rusak bukan hanya reputasi seseorang, tetapi kualitas ruang publik kita," katanya.
Lebih lanjut, Zaenal berharap seluruh elemen masyarakat menjaga citra Kabupaten Bekasi. Bekasi memiliki posisi strategis dan masyarakatnya memiliki harapan besar terhadap pembangunan daerah. Ia meminta warga mengembalikan setiap perbedaan pendapat kepada fakta.
"Bekasi harus dibangun dengan gagasan, kerja nyata dan kritik yang sehat. Jangan biarkan Kabupaten Bekasi justru dikenal karena perang narasi, saling mempermalukan dan konten-konten yang belum terverifikasi," katanya.