Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Update Fakta Insiden 8 Siswi Tenggelam di Kolam Mata Air Garut, Satu Meninggal

Jabar · Oleh · · Diperbarui 26 Agustus 2026

Delapan siswi MTs Miftahul Ulum Cigedug tenggelam di kolam penampungan mata air Garut. Satu siswi 14 tahun meninggal, tujuh selamat. Police menyatakan murni kecelakaan.

Update Fakta Insiden 8 Siswi Tenggelam di Kolam Mata Air Garut, Satu Meninggal

Insiden memilukan terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ketika delapan siswi MTs Miftahul Ulum Cigedug menjadi korban tenggelam di sebuah kolam penampungan mata air pada Kamis, 16 Juli 2026. Peristiwa naas ini terjadi di Kampung Cibolang, Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, yang menelan satu korban jiwa.

Kronologi Lengkap Kejadian

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, para siswi tersebut baru saja menyelesaikan kegiatan sekolah berupa tadabur alam. Usai aktivitas outdoors tersebut, kedelapan pelajar perempuan itu memutuskan untuk berenang di kolam penampungan mata air yang berada di kawasan tersebut.

Baca Juga: Kekeringan Landa 14.847 Warga Ciamis di 17 Kecamatan, Pemerintah Distribusikan 766 Ribu Liter Air Bersih

Sontak, situasi berubah tragis ketika para korban justru tidak bisa keluar dari dalam kolam dan terjebak di dasar air. Kesialan ini menelan satu korban jiwa, sementara tujuh siswi lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

"Tidak ada unsur pidana, murni kecelakaan," tegas Ipda Susilo Adhi, Kasi Hummas Resorts Garut.

Identitas Korban dan Kondisi Terakhir

Korban meninggal dunia berinisial SJ (14), seorang siswi kelas 9 yang berasal dari Kecamatan Cigedug. Berdasarkan hasil koordinasi antara pihak kepolisian dengan keluarga korban, dinyatakan bahwa keluarga telah mengikhlaskan kepergian SJ dan memilih tidak melanjutkan proses hukum.

Baca Juga: Bamsoet Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026 di Semarang

Keluarga memandang peristiwa tersebut sebagai musibah murni yang tidak dapat dihindari, bukan akibat dari kelalaian atau tindakan pidana apapun.

Langkah Cepat Resorts Garut

Mendengar kabar duka, Resorts Garut langsung bergerak cepat dengan menurunkan tim khusus ke lokasi kejadian. Beberapa tindakan yang telah dilakukan pihak kepolisian meliputi:

Ipda Susilo Adhi menjelaskan bahwa seluruh prosedur standar tetap dijalankan meskipun keluarga korban telah mengikhlaskan kejadian ini. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari.

Imbauan untuk Masyarakat

Kawasan kolam penampungan mata air kini telah dikosongkan dan steril dari genangan air. Pihak Resorts Garut tetap meninggalkan police line sebagai penanda bahwa area tersebut tidak aman untuk dijadikan tempat rekreasi.

Masyarakat, khususnya pelajar dan orang tua, dihimbau untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di area waterscape alami. Pengawasan orang tua dan pendampingan saat anak-anak berada di dekat sumber air menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk mencegah tragedi serupa.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di sekitar sumber air bebas memerlukan kehati-hatian ekstra, terlebih bagi anak-anak di bawah umur yang masih membutuhkan pengawasan ketat.