Kemenkop Ajukan Anggaran 2027 Rp 4,53 Triliun, Lonjakan 420 Persen dari 2026 untuk Perkuat Ekosistem Kopdes
Kemenkop ajukan anggaran tambahan 2027 Rp 4,53 triliun, melonjak 420 persen dari pagu 2026 yang Rp 872 miliar, untuk penguatan SDM dan Kopdes Merah Putih

Kementerian Koperasi mengajukan permintaan anggaran tambahan sebesar Rp 4,53 triliun untuk tahun anggaran 2027. Angkanya melonjak drastis dari pagu 2026 yang hanya Rp 872,69 miliar, atau naik sekitar 420 persen dalam satu tahun.
Ferry Juliantono menyampaikan usulan itu melalui surat resmi bernomor B-94/M.KOP/KU.00/2026 tertanggal 24 Juli 2026 kepada Menteri Sekretaris Negara. Dia menjelaskan alokasi terbesar, Rp 1,98 triliun, mengalir ke penguatan sumber daya manusia melalui Pusat Pendidikan, Advokasi, dan Talenta.
"Dana itu mencakup pendidikan dan pelatihan, sertifikasi kompetensi, pelatihan pengurus dan manajer, pengembangan talenta, hingga pembangunan platform pembelajaran digital," kata Ferry dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, awal September.
Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar
Dari paket Rp 4,53 triliun itu, Rp 1,25 triliun khusus dialokasikan untuk pengawasan dan pendampingan 50.000 Kopdes Merah Putih yang tengah dibangun di seluruh Indonesia. Alokasi ini meliputi penugasan business assistant di setiap desa, monitoring dan evaluasi berkala, penilaian kesehatan koperasi, serta penanganan pengaduan masyarakat.
Deputi Bidang Pengawasan Cooperativa menerima Rp 881 miliar untuk pemeriksaan dan penilaian kesehatan, sementara Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Cooperativa memperoleh Rp 425 miliar untuk membangun dashboard analytics, pembukuan otomatis, dan platform B2B serta B2C.
Pada sektor hilirisasi, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Cooperativa mendapat Rp 333,72 miliar untuk memfasilitasi komoditas strategis seperti susu, beras, kopi, CPO, udang, dan singkong. Komoditas ini menjadi tumpuan rantai pasok yang melibatkan ribuan petani dan pelaku usaha kecil.
Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji
Secara terpisah, Majalengka bangun demplot bawang putih 1 hektare untuk cari varietas yang cocok dipasar menunjukkan pola serupa, di mana dana pemerintah dipakai untuk menguji varietas komoditas sebelum masuk ke skala ekonomi yang lebih besar.
Jawa Barat sebagai provinsi dengan populasi terbesar ketiga di Indonesia memiliki potensi besar dalam ekosistem cooperativa. Peningkatan anggaran pengawasan dan digitalisasi ini berpeluang menciptakan lapangan kerja baru di sektor jasa pendamping desa, pengembang platform digital, dan pengawas lapangan.
Hingga 28 Agustus 2026, realisasi anggaran Kemenkop baru mencapai Rp 558,43 miliar atau 64 persen dari pagu tahun berjalan. Dengan tambahan Rp 4,53 triliun yang diajukan, alokasi tahun depan bisa mencapai lebih dari lima kali lipat anggaran tahun ini.