Kekeringan Landa 14.847 Warga Ciamis di 17 Kecamatan, Pemerintah Distribusikan 766 Ribu Liter Air Bersih
14.847 warga Ciamis di 17 kecamatan kesulitan air bersih akibat kekeringan. BPBD telah distribusi 766 ribu liter air dan menetapkan status siaga darurat hingga September 2026.

Sebanyak 14.847 warga di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menghadapi kesulitan mengakses air bersih akibat kekeringan yang meluas sejak musim kemarau tiba. Jumlah ini tersebar di 31 desa dan 44 dusun yang tersebar di 17 kecamatan.
BPBD Ciamis mencatat total 31 kejadian kekeringan terjadi di wilayah itu. Warga mengandalkan sumur dan sumber mata air yang kini mengalami penyusutan akibat tidak adanya hujan selama beberapa pekan.
"Tidak adanya hujan untuk beberapa minggu ke belakang mengakibatkan sebagian sumur dan sumber mata air yang biasa digunakan warga mengalami kekeringan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani.
Baca Juga: Bamsoet Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026 di Semarang
Upaya distribusi air bersih terus dilakukan. Sejak Juli hingga akhir Agustus 2026, tercatat 766 ribu liter air sudah disalurkan ke 31 desa terdampak menggunakan truk tangki.
BPBD berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat dan relawan dalam pendistribusian. Koordinasi itu melibatkan instansi terkait untuk menjangkau daerah yang tersebar di banyak titik.
Pemkab Ciamis telah menetapkan status siaga darurat kekeringan mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Penetapan itu menginstruksikan semua jajaran pemerintah daerah untuk bersiaga memitigasi dampak kekeringan.
Laporan kebutuhan pasokan air bersih dari masyarakat terus bertambah. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Ciamis, tetapi juga menjadi perhatian untuk kabupaten lain di Jawa Barat yang menghadapi situasi serupa saat musim kemarau.