Bamsoet Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026 di Semarang
Bamsoet raih penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026 di Semarang. Ia menekankan pembangunan harus diukur dari lapangan kerja, pendidikan, dan pelayanan publik, bukan sekadar indikator makro.

Bambang Soesatyo menerima penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026 dari Berlian Organizer bersama Paguyuban Wartawan Jawa Tengah di Wisma Perdamaian, Semarang, Jumat malam (28/8/2026). Ia menjadi salah satu dari 13 tokoh yang diapresiasi atas dedikasi dan kontribusinya di berbagai bidang.
Penghargaan ini tidak sekadar gesto simbolis. Bamsoet, yang juga Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI, menyoroti angka kemiskinan Jawa Tengah yang masih terjaga di atas sembilan persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan provinsi ini pada Maret 2026 tercatat 9,21 persen, turun 0,18 poin persentase dibanding September 2025.
Bagi Bamsoet, penurunan itu perlu diapresiasi, tetapi belum cukup. Ia memandang pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara terpisah-pisah dari kualitas pekerjaan, pendidikan, produktivitas, kesehatan, akses permodalan, dan pemerataan kesempatan ekonomi.
"Ukuran akhirnya adalah apakah masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak, pendidikan yang semakin baik, pelayanan publik yang mudah, serta kesempatan ekonomi yang lebih luas," tegas Bamsoet.
Pandangan itu sejalan dengan kegelisahan banyak pengamat pembangunan. Indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi dan masuknya investasi sering kali mendominasi pemberitaan, sementara angka pengangguran, akses pendidikan di daerah terpencil, atau kualitas layanan kesehatan di puskesmas jarang mendapat sorotan yang setara.
Bamsoet optimistis Jawa Tengah memiliki fondasi kuat sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional. Basis manufaktur, pertanian, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, dan perguruan tinggi dinilai sebagai modal strategis yang apabila terintegrasi dapat menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja.
Baca Juga: Damkar Ciamis Lepasliarkan 10 Satwa Liar ke Gunung Sawal Setelah Evakuasi dari Permukiman
"Tantangannya adalah memastikan seluruh potensi tersebut tersambung dalam ekosistem pembangunan yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat luas," tutur Bamsoet.
Apresiasi ini datang dari kalangan pers dan masyarakat, bukan institusi pemerintah. Bamsoet menegaskan pers memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan, memberikan kontrol sosial, dan merekam kiprah para tokoh dalam kehidupan publik.