Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

TPS Ciwastra Bandung Olah 5 Ton Sampah per Jam dengan Oli Bekas dan Panas Uap

Bandung · Oleh ·

Mesin pemusnah sampah berkapasitas 5 ton per jam resmi beroperasi di TPS Ciwastra Bandung. Alat karya KSAD ini pakai oli bekas dan sistem heat recovery, dikelola DLH Kota Bandung bersama TNI AD.

TPS Ciwastra Bandung Olah 5 Ton Sampah per Jam dengan Oli Bekas dan Panas Uap

Warga RW 06 dan RW 07 di Kelurahan Ciwastra, Kecamatan Buahbatu, selama ini hidup di dekat Tempat Pengolahan Sampah yang menjadi sumber gangguan. Bau menyengat dan lalat menjadi teman sehari-hari mereka selama bertahun-tahun. Kini, sebuah mesin pemusnah sampah berkapasitas besar resmi beroperasi di lokasi itu.

Alat ini merupakan hasil prakarsa Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak. KSAD meninjau langsung pengoperasiannya pada Jumat (4/9) di TPS Ciwastra, bersama Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung.

Mesin ini mampu mengolah lima ton sampah per jam. Kapasitas itu dicapai melalui dua tahap pengisian. Tahap pertama menampung sekitar tiga ton sampah. Setelah proses pembakaran berjalan 30 sampai 35 menit, dilakukan pengisian ulang sebanyak dua ton.

Baca Juga: Gadis 12 Tahun Dilaporkan Hilang Usai Pamit Jajan di Hegarmanah Bandung

"Alat ini memang kapasitasnya lima ton per jam, tetapi itu dalam dua kali pengisian. Pengisian pertama sekitar tiga ton, kemudian setelah 30 sampai 35 menit diisi ulang dua ton," kata Kasubdis Uji Dislitbangad Yayat Priatna.

Bahan bakar utama mesin ini bukan solar atau gas, melainkan oli bekas. Kebutuhannya hanya sekitar dua hingga tiga liter per jam. Sumber daya air juga menjadi perhatian dalam operasional, sehingga lokasi TPS dilengkapi sumur khusus.

Panas yang dihasilkan dari pembakaran tidak dibuang percuma. Sistem heat recovery mengalirkan panas untuk menggerakkan mesin uap. Uap tersebut dipakai memutar konveyor dan alat pemilah sampah, sehingga mengurangi ketergantungan pada listrik dari PLN.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Cimahi Serahkan Santunan Jaminan Kematian Rp74 Juta kepada Ahli Waris Petugas Kebersihan

"Alat ini memang kapasitasnya lima ton per jam, tetapi itu dalam dua kali pengisian," jelas Yayat. Pengelolaan alat melibatkan personel DLH Kota Bandung sebagai operator lapangan. Mereka telah mampu menangani perbaikan ringan sendiri. Personel Dislitbangad melakukan pengawasan rutin dan turun jika ada kerusakan besar.

Masalah sampah di Kota Bandung memang belum sepenuhnya tertangani. Fasilitas TPSOS sebelumnya berkapasitas 300 ton per hari, namun volume sampah yang masuk tetap tinggi. _BBPVB Bandung_ dan _ITB_ juga telah melatih warga di berbagai lokasi untuk mengolah sampah organik secara mandiri, sebagai pendekatan pelengkap.

Untuk menekan emisi, alat ini dilengkapi sistem dry scrubber. Dua tangki air besar dan tabung air pada bagian kompor bekerja menekan gas buang sebelum terlepas ke udara. Inovasi ini menjawab kekhawatiran warga sekitar yang selama ini menanggung dampak lingkungan dari operasional TPS.

TNI AD melalui kunjungan KSAD menegaskan perannya membantu pemerintah kota mengatasi masalah sampah. Kolaborasi ini membuka kemungkinan penerapan teknologi serupa di wilayah lain di Jawa Barat.