Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BBPVP Bandung Latih 16 Peserta di Bekasi Olahan Sampah Organik jadi Peluang Ekonomi

Bandung · Oleh ·

BBPVP Bandung melatih 16 warga Bekasi mengolah sampah organik menjadi produk bernilai lewat kerja sama dengan Rumah Zakat dan Bank Sampah MPB.

BBPVP Bandung Latih 16 Peserta di Bekasi Olahan Sampah Organik jadi Peluang Ekonomi

Sampah rumah tangga yang menumpuk setiap hari kini bisa jadi sumber penghasilan. Puluhan warga di Kabupaten Bekasi mendapat kesempatan belajar mengubah limbah dapur menjadi produk bernilai lewat pelatihan五日 di Bank Sampah MPB.

Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung menggandeng Rumah Zakat dan Bank Sampah Masyarakat Peduli Bahagia (MPB) Kabupaten Bekasi menggelar Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Dasar. Kegiatan ini berlangsung 31 Agustus hingga 4 September 2026 dengan diikuti 16 peserta dari berbagai wilayah.

Pelatihan ini dirancang agar peserta tidak sekadar memahami konsep, tetapi benar-benar terampil mengolah sampah organik sejak dari sumbernya. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik mencakup pemilahan, pengolahan, pemanfaatan hasil olahan, hingga potensi pengembangannya dalam kerangka ekonomi sirkular.

Baca Juga: Dulu Diasuh Panti Asuhan, Bang Ran Kini Ajarkan Ribuan Orang Baca Pasar Lewat Ran Trade

"Peserta diperkenalkan pada bagaimana sampah diposisikan bukan hanya sebagai residu yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna," terang pihak organizer.

Lokasi pelatihan di Bank Sampah MPB menjadi contoh nyata pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Peserta mendapat pengalaman langsung melihat bagaimana kepedulian terhadap lingkungan bisa dikembangkan menjadi aktivitas yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

BBPVP Bandung yang selama ini dikenal melatih kompetensi vokasi di berbagai bidang, kini turut mendorong pengelolaan sampah sebagai keterampilan yang bisa membuka peluang usaha. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa persoalan persampahan membutuhkan peran banyak pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pelatihan, pemberdayaan masyarakat, hingga komunitas.

Baca Juga: Australia Bergeser 7 Cm per Tahun Menuju Asia, Tekanan Lempeng Bikin Indonesia Rawan Gempa

Pola pelatihan serupa sebenarnya sudah pernah dilakukan Disparekraf Kabupaten Bandung dalam mendorong pengelola tempat wisata mengelolan sampah secara terstruktur. Model ini kemudian dikembangkan lebih lanjut melalui pelatihan kompetensi seperti yang berlangsung di Bekasi.

Tantangan ke depan adalah memastikan 16 peserta mampu mentransformasikan pengetahuan mereka menjadi praktik nyata di lingkungan masing-masing. Keberhasilan pelatihan tidak diukur dari sertifikat yang diperoleh, melainkan dari sejauh mana keterampilan pengolahan sampah organik ini bisa ditularkan kepada更多人 di sekitar mereka dan berkembang menjadi gerakan yang mandiri.