Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ribuan Mahasiswa Geologi Berebut Gelar di Bandung, Bertemu Tantangan Keseimbangan Tambang dan Lingkungan

Bandung · Oleh ·

ITB dipercaya jadi tuan rumah Olympiad 2026, kompetisi mahasiswa geologi yang menguji kemampuan menimbang industri tambang dan kelestarian lingkungan

Ribuan Mahasiswa Geologi Berebut Gelar di Bandung, Bertemu Tantangan Keseimbangan Tambang dan Lingkungan

Ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia akan bertemu di Bandung tahun depan untuk menjawab pertanyaan yang tidak sederhana. Bagaimana caranya mengelola industri pertambangan tanpa mengorbankan lingkungan?

Pertanyaan itulah yang menjadi inti Olympiar 2026, kompetisi mahasiswa bidang ilmu kebumian yang disponsori PT Agincourt Resources. Untuk pertama kalinya, ITB dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraannya.

Kompetisi ini bukan baru muncul tahun ini. Olympiar lahir dari transformasi program E-Coaching Jam yang sudah berjalan sejak 2014. Ribuan mahasiswa pernah terlibat dalam program tersebut, awalnya melalui kunjungan langsung ke kampus-kampus dan sesi secara daring. PT Agincourt Resources lalu memutuskan untuk meng-upgrade formatnya menjadi lomba.

Baca Juga: Dulu Diasuh Panti Asuhan, Bang Ran Kini Ajarkan Ribuan Orang Baca Pasar Lewat Ran Trade

"Format kompetisi dinilai dapat menciptakan atmosfer yang sehat sekaligus mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik, berpikir kritis, dan bekerja dalam tim," kata Director Operations PT Agincourt Resources Rahmat Lubis.

Tema Olympiad 2026 menegaskan bahwa pertanyaan tentang lingkungan bukan sekadar formalitas. Bernama "Our Body: Two Ecosystems, Integrating Mining Performance and Environmental Resilience," kompetisi ini mengharuskan peserta memahami bahwa industri mineral bukan hanya soal angka produksi.

Peserta harus bisa menjelaskan seluruh rangkaian proses, mulai dari eksplorasi, perancangan, pengolahan, pengelolaan, hingga reklamasi. Lebih dari itu, mereka wajib menunjukkan bahwa semua tahap itu bisa berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Australia Bergeser 7 Cm per Tahun Menuju Asia, Tekanan Lempeng Bikin Indonesia Rawan Gempa

"Wilayah kerja kita bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari sebuah ekosistem," kata Ketua MGEI Rosalyn Wullandhary.

Deputy Dekan Sumber Daya, Keuangan, dan Umum ITB Dasapta Erwin Irawan mengingatkan bahwa cabang ilmu geologi yang bernilai ekonomi bukan hanya mineral. Air tanah, geologi teknik, hidrogeologi juga memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

"Ke depannya, Anda, termasuk kami yang sudah bekerja di bidang ini, senantiasa akan menghadapi timbangan antara nilai ekonomi dengan kelestarian lingkungan, serta peluang menghindapkan risiko," katanya.

ITB sendiri sudah lama dikenal sebagai penghasil talenta geologi dan pertambangan. Kepercayaan menjadi tuan rumah Olympiad menunjukkan ekosistem pendidikan di Bandung masih relevan dengan kebutuhan industri mineral nasional.

Peserta yang mengikuti Olympiad akan menghadapi studi kasus konkret. Mereka tidak hanya duduk mengerjakan soal teori, tapi harus merancang pendekatan yang menjawab kebutuhan ekonomi sekaligus mempertimbangkan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan di sekitar wilayah tambang.