BPJS Ketenagakerjaan Cimahi Serahkan Santunan Jaminan Kematian Rp74 Juta kepada Ahli Waris Petugas Kebersihan
BPJS Ketenagakerjaan Cimahi serahkan santunan Jaminan Kematian Rp74 juta kepada ahli waris petugas sampah Kota Cimahi pada Harpelnas 2026. Kegiatan juga meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, sosialisasi ke driver Shopee Food, dan bazaar UMKM.

Ahli waris Bapak Darwina, petugas Linmas Kelurahan Cibereum sekaligus petugas sampah Kota Cimahi, menerima santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cimahi. Nilainya Rp74 juta. Penyerahan ini berlangsung pada peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026.
Dokumentasi Radarman/BPJS Ketenagakerjaan Cimahi
Dokumentasi Radarman/BPJS Ketenagakerjaan Cimahi
Baca Juga: Dulu Diasuh Panti Asuhan, Bang Ran Kini Ajarkan Ribuan Orang Baca Pasar Lewat Ran Trade
Dokumentasi Radarman/BPJS Ketenagakerjaan Cimahi
Dokumentasi Radarman/BPJS Ketenagakerjaan Cimahi
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cimahi memperingati Harpelnas dengan serangkaian kegiatan di kantornya. Petugas kesehatan dari Puskesmas Cimahi Tengah hadir memberikan pemeriksaan gratis kepada peserta yang hadir. Driver Shopee Food juga mendapat sosialisasi khusus tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial, terutama risiko kecelakaan kerja saat menjalankan pesanan.
Baca Juga: Australia Bergeser 7 Cm per Tahun Menuju Asia, Tekanan Lempeng Bikin Indonesia Rawan Gempa
Selain layanan langsung, tim BPJS Ketenagakerjaan Cimahi meninjau peserta yang sedang dirawat di Rumah Sakit Dustira akibat kecelakaan kerja. Kunjungan ini menjadi bagian dari prinsip Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan yang digaungkan BPJS Ketenagakerjaan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat semakin mempererat hubungan antara BPJS Ketenagakerjaan dengan seluruh peserta," kata Fajar Akhmadi, Pelaksana Sementara Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cimahi.
Bazaar singkat juga diadakan untuk mempromosikan produk UMKM hasil program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat. Program PEKA ini dijalankan bagi peserta yang telah menerima manfaat namun tetap perlu pendampingan untuk bangkit kembali.
Fajar menyebut masih banyak pekerja informal di Cimahi yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial. Mereka menjalani aktivitas harian dengan berbagai risiko tanpa payung perlindungan yang memadai. Harpelnas menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk menegaskan kembali pentingnya perlindungan tersebut bagi pekerja dan keluarganya.