Sumedang Siapkan 321 Ton Cadangan Beras untuk Hadapi Kemarau Panjang
Sumedang siapkan 321 ton cadangan beras, 100 ton di atas ambang minimal. 150 ha sawah di Jatinunggal mulai terdampak kekeringan.

Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengklaim preparedness menghadapi potensi krisis pangan akibat musim kemarau berkepanjangan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) setempat memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) mencapai sekitar 321,1 ton beras, atau jauh di atas ambang minimal yang ditetapkan regulasi daerah.
Stok Aman di Atas Ambang Minimal
Kepala DKPP Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, menjelaskan bahwa stok CPPD per 27 Juli 2026 tercatat sekitar 321,1 ton beras. Angka tersebut masih berada di atas ambang minimal 220 ton setara beras sebagaimana diatur dalam ketentuan daerah tentang penyelenggaraan cadangan pangan daerah.
"Stok CPPD saat ini masih berada di atas ambang minimal yang ditetapkan pemerintah daerah, sehingga masih aman untuk mendukung penanganan dampak kemarau," tegas Tono.
Cadangan Telah Dimanfaatkan untuk Penanganan Darurat
Sejak awal 2026, pemerintah daerah telah menyalurkan sekitar 34 ton CPPD untuk penanganan kerawanan pangan dan keadaan darurat di sejumlah wilayah. Meski demikian, Tono memastikan cadangan pangan yang tersedia tetap memadai untuk memenuhi kebutuhan penanganan selanjutnya.
"Meski sudah ada penyaluran sekitar 34 ton sejak awal tahun, stok yang tersedia tetap mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk penanganan darurat," katanya.
Ancaman Kekeringan Mulai Terasa
Di sisi lain, DKPP Kabupaten Sumedang mencatat dampak kekeringan sudah mulai terasa pada sekitar 150 hektare sawah di Desa Sarimekar dan Desa Banjarsari, Kecamatan Jatinunggal. Lahan tersebut merupakan sawah Indeks Pertanian (IP) 1 sehingga petani hanya memiliki satu kali musim tanam dalam setahun dan lebih rentan mengalami gagal panen.
Alokasi Bantuan Fleksibel Sesuai Perkembangan
Untuk penanganan dampak kekeringan tahun ini, alokasi CPPD disiapkan secara fleksibel sesuai perkembangan data lapangan. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan musim kemarau melalui pendataan dan verifikasi di lapangan sebagai dasar penetapan alokasi bantuan.
Tono menambahkan bahwa cadangan pangan dapat dimanfaatkan secara cepat dan tepat sasaran apabila dampak kekeringan semakin meluas. Sistem pemantauan ini diharapkan dapat memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan efisien.
Upaya Menjaga Ketahanan Pangan Lokal
Ketersediaan cadangan pangan menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah daerah untuk menjaga akses pangan masyarakat. Hal ini menjadi krusial apabila musim kemarau berdampak terhadap produksi pertanian maupun memicu kerawanan pangan di sejumlah wilayah.
Dengan demikian, berbagai pihak berharap langkah antisipatif ini dapat menjaga stabilitas pangan di Sumedang, terutama di tengah prediksi musim kemarau yang diprediksi berkepanjangan.