Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ribuan Siswa Cianjur Masih Belajar di Lantai, Disdikpora Gencar Galang Bantuan Mebel Sekolah

Jabar · Oleh · · Diperbarui 1 September 2026

Disdikpora Cianjur gencar galang bantuan mebel sekolah dari masyarakat dan perusahaan untuk 1.400 ruang kelas SD-SMP yang masih kekurangan meja kursi, sementara ribuan siswa masih belajar di lantai.

Ribuan Siswa Cianjur Masih Belajar di Lantai, Disdikpora Gencar Galang Bantuan Mebel Sekolah

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengambil langkah strategis dengan membuka peluang kolaborasi bersama masyarakat dan sektor swasta untuk memenuhi kebutuhan mebel di ratusan ruang kelas yang saat ini masih kekurangan meja dan kursi.

Potret Krisis Mebel di Ruang Kelas Cianjur

Sebanyak 1.400 ruang kelas di jenjang SD dan SMP wilayah Cianjur menghadapi masalah serius terkait ketersediaan mebel. Kondisi ini berawal dari pembangunan ruang kelas baru pascagempa bumi yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2022.

Baca Juga: Kekeringan Landa 14.847 Warga Ciamis di 17 Kecamatan, Pemerintah Distribusikan 766 Ribu Liter Air Bersih

Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, menjelaskan bahwa banyak siswa yang kini masih harus belajar di lantai karena ketersediaan meja dan kursi yang sangat terbatas di setiap ruang kelas. Situasi ini tentu saja tidak mendukung proses belajar mengajar yang optimal.

"Tidak hanya sekolah rusak, saat ini 1.400 ruang kelas SD dan SMP di Cianjur masih kekurangan mebel sehingga masih banyak siswa yang belajar di lantai," jelas Ruhli.

Kendala Anggaran dan Solusi Alternatif

Minimnya alokasi anggaran tahunan menjadi tantangan utama dalam pemenuhan kebutuhan mebel sekolah. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan efisiensi yang tengah diterapkan pemerintah, di mana sebagian dana dialihkan untuk kegiatan sosialisasi, peningkatan kapasitas, dan pengadaan barang jasa lainnya.

Baca Juga: Bamsoet Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026 di Semarang

Sebagai langkah nyata, Disdikpora menginstruksikan satuan pendidikan yang memiliki dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) memadai untuk melakukan pengadaan mebel secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan pendidikan.

Ajakan Kolaborasi untuk Dunia Pendidikan

Menyadari keterbatasan anggaran pemerintah, Disdikpora Cianjur secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat dan perusahaan swasta untuk berpartisipasi dalam program kepedulian pendidikan. Kontribusi dapat berupa fornecimento mebel sekolah yang berkualitas untuk mendukung kenyamanan belajar siswa.

"Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat hingga perusahaan swasta di Cianjur lebih peduli dengan dunia pendidikan, salah satunya berkontribusi dalam pengadaan mebel," harap Ruhli.

Tantangan Tambahan: Kerusakan Ruang Kelas

Selain krisis mebel, Cianjur juga menghadapi tantangan besar dengan adanya lebih dari 2.000 ruang kelas yang mengalami kerusakan mulai dari kategori sedang hingga berat, bahkan ada yang mengalami ambruk. Kerusakan ini sebagian besar disebabkan oleh usia bangunan dan dampak bencana alam.

Pihak Disdikpora menargetkan perbaikan dapat dilakukan secara bertahap dengan prioritas sekitar 400 ruang kelas per tahun dari berbagai sumber dana yang tersedia. target ini menjadi fokus utama untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut.

Langkah Konkret Menuju Kelas Layak

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi ribuan siswa di Cianjur. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, diharapkan masalah krisis mebel dan kerusakan ruang kelas dapat teratasi secara bertahap.

Kesadaran kolektif untuk mendukung sektor pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.