Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Prabowo: Kehormatan Pamong Praja Dihitung dari Manfaat untuk Rakyat

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Prabowo ingatkan lulusan IPDN bahwa kehormatan pamong praja diukur dari manfaat bagi rakyat, bukan dari jabatan.

Prabowo: Kehormatan Pamong Praja Dihitung dari Manfaat untuk Rakyat

Pelantikan Praja IPDN Angkatan 33 di Jatinangor, Sumedang, menjadi momentum penting bagi ratusan lulusan untuk memulai pengabdian sebagai aparatur sipil negara. Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa menjadi seorang pamong praja bukan sekadar menyandang pangkat atau jabatan, melainkan sebuah kepercayaan besar dari negara dan rakyat.

Makna Sebenar Jabatan Pamong Praja

Dalam pidatonya saat pelantikan, Prabowo menegaskan bahwa kehormatan seorang aparatur negara tidak ditentukan oleh kedudukannya, melainkan oleh seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh rakyat. Setiap keputusan yang diambil oleh pamong praja akan menjadi cerminan bagi masyarakat dalam menilai kehadiran negara.

"Rakyatlah yang akan merasakan apakah negara peduli kepada rakyatnya atau tidak. Dari keputusan-keputusan saudara, rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya atau tidak," tegas Prabowo.

Hal ini menunjukkan bahwa tugas sebagai pamong praja bukan hanya tentang administrasi dan regulasi, tetapi tentang bagaimana membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Kualitas Pelayanan yang Diharapkan

Masyarakat Indonesia saat ini membutuhkan pelayanan publik yang efisien dan mudah diakses tanpa hambatan birokrasi yang berbelit-belit. Prabowo menekankan bahwa rakyat tidak membutuhkan pemimpin yang bermalas-malasan atau aparatur yang menjalankan tugas tanpa sepenuh hati.

Kriteria aparatur negara yang dibutuhkan rakyat:

Prabowo berharap setiap lulusan IPDN dapat menginternalisasi nilai-nilai tersebut sebagai fondasi dalam menjalankan tugas kedinasan. Pelayanan prima bukan hanya sebuah slogan, melainkan sebuah kewajiban yang melekat pada diri setiap aparatur sipil negara.

Tanggung Jawab sebagai Wajah Negara

Setiap pamong praja harus menyadari bahwa mereka merupakan perpanjangan tangan negara di tengah masyarakat. Sikap dan penampilan mereka menjadi tolok ukur bagi masyarakat dalam menilai kualitas pemerintahan secara keseluruhan.

"Di mana pun saudara bertugas, ingat, saudara adalah wajah dan lambang negara. Dari sikap saudara dan dari penampilan saudara, rakyat menilai apakah negara hadir atau tidak, apakah negara tertib atau tidak, serta apakah negara kita negara yang terhormat atau tidak," papar Prabowo.

Perspektif ini mengingatkan bahwa setiap tindakan klein dalam kehidupan sehari-hari sebagai aparatur memiliki dampak besar terhadap persepsi masyarakat terhadap institusi negara. Integritas dan profesionalisme harus selalu dijaga di mana pun mereka bertugas.

Komitmen Mengabdi untuk Negara

Pelantikan Angkatan 33 ini menandai dimulainya perjalanan baru bagi para pamong praja dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Prabowo mendorong mereka untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Apabila mereka bekerja dengan baik dan penuh dedikasi, masyarakat akan semakin percaya dan cinta terhadap negaranya. Sebaliknya, setiap kekecewaan yang disebabkan oleh perilaku koruptif atau ketidakbecuaan akan merusak tidak hanya nama pribadi, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap institusi negara secara luas.

Momentum pelantikan ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab seorang pamong praja sangat besar. Mereka dituntut untuk menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal kepatuhan hukum, pelayanan publik, dan pengabdian tanpa pamrih.