Polda Jawa Barat dan Unpad Luncurkan Pusat Studi Kepolisian di Jatinangor
Polda Jawa Barat dan Unpad luncurkan Pusat Studi Kepolisian di Jatinangor untuk riset kamtibamas dan lingkungan lewat pendekatan interdisipliner

Pusat Studi Kepolisian hasil kolaborasi antara Universitas Padjadjaran dan Kepolisian Daerah Jawa Barat resmi beroperasi di Kampus Unpad, Jatinangor, Kamis (20/8). Pusat studi ini bakal menjadi venue riset bersama untuk mengurai masalah keamanan dan ketertiban masyarakat serta isu lingkungan di Jawa Barat.
Prinsip Interdisipliner
Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Pol. Pipit Rismanto menjelaskan alasan pembentukan pusat studi ini. Ilmu kepolisian bersifat interdisipliner sehingga berbagai disiplin ilmu perlu dilibatkan untuk mengkaji persoalan sosial secara utuh.
"Masalah sosial tidak bisa dibedah dari satu kacamata saja. Menyatukan polisi di lapangan dengan peneliti sarjana dan magister di bangku kuliah adalah investasi strategis membangun postur kepolisian berbasis data dan ilmu pengetahuan," katanya.
Rektor Unpad Profesor Doktor dokter. Arief Sjamsulagdalsan Kartasasmita menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyebut pusat studi ini tidak hanya akan berfokus pada pendalaman kasus di lapangan, tetapi juga terbuka untuk mengkaji tata kelola institusi kepolisian secara objektif.
"Pak Pertamina secara simpatik menyampaikan bahwa tata kelola kepolisian juga terbuka untuk dikaji. Kami tentu berkolaborasi; apa yang kami rumuskan secara akademik akan menjadi masukan bagi transformasi kepolisian yang berkelanjutan, sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi problematika masyarakat," kata Arif.
Riset Terintegrasi dengan Pendidikan
Selain penelitian, kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas personel melalui pendidikan jenjang sarjana dan magister yang terintegrasi dengan riset bersama mahasiswa. Para peneliti bisa turun langsung ke lapangan sementara mahasiswa mendapat kesempatan riset aplikatif.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Larang Pejabat Tuntut Fasilitas, Anggaran Dialihkan ke Pendidikan dan Kesehatan Warga
Polda Jawa Barat juga menargetkan perluasan kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya di Jawa Barat. Tujuannya supaya pusat studi ini makin banyak menerima masukan dari berbagai sudut pandang akademis.
"Kemitraan ini sekaligus membuka pintu bagi seluruh perguruan tinggi di Jawa Barat untuk bersama-sama merajut ekosistem keamanan yang saintifik dan akuntabel," tutur Arif.
Dengan hadirnya pusat studi ini, kepolisian berharap setiap kebijakan kamtibamas bisa berbasis data ilmiah. Nanti hasil riset akan jadi bahan evaluasi untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.