Gubernur KDM Lantik Tantan Sulthon Pimpin PWI Jawa Barat dengan Peringatan Independensi di Era AI
Gubernur Dedi Mulyadi melantik Tantan Sulthon sebagai Ketua PWI Jawa Barat di Gedung Merdeka Bandung. Akhmad Munir dari PWI Pusat mengingatkan jurnalis untuk menjaga profesionalisme di tengah perubahan ekosistem informasi akibat AI dan media sosial.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melantik Tantan Sulthon sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10). Turut hadir Akhmad Munir sebagai Ketua Umum PWI Pusat yang melantik langsung jajaran pengurus daerah.
Dalam kesempatan itu, Munir mengingatkan bahwa tantangan pers tidak lagi sekadar soal kompetisi antar media. Ekosistem informasi telah berubah drastis karena media sosial, platform digital, dan perkembangan kecerdasan buatan.
"Informasi kini dapat diproduksi siapa saja dalam hitungan detik," kata Munir dalam sambutanya. "Pers profesional harus mampu menunjukkan pembeda yang jelas antara karya jurnalistik dengan informasi yang beredar bebas di ruang digital."
Baca Juga: AOB Minta Kemendagri dan Gubernur Atasi Kekosongan Kepemimpinan Bekasi yang Merugikan Layanan Publik
Munir menegaskan bahwa kekuatan pers terletak pada proses verifikasi, akurasi, konfirmasi, dan kepatuhan terhadap kode etik. Wartawan tidak cukup hanya mengejar kecepatan.
KDM secara khusus mengingatkan jurnalis di Jawa Barat untuk menjaga independensi dan objektivitas. Pesan ini disampaikan langsung di acara pelantikan yang mempertemukan puncak organisasi pers nasional dengan lideranças daerah.
Di tingkat daerah, pelantikan ini berarti ribuan jurnalis di Jawa Barat kini memiliki kepemiminan organisasi yang baru untuk periode lima tahun ke depan. Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah warga terbesar di Indonesia, yang berarti kebutuhan akan pers yang kredibel sangat tinggi.
PWI Jawa Barat memiliki peran sentral dalam menjaga kualitas pemberitaan di wilayah ini. Selain bertugas mengangkat isu-isu lokal, organisasi ini juga bertanggung jawab memastikan standar etika jurnalistik diterapkan di seluruh media yang beroperasi di daerah.
Pelantikan di Gedung Merdeka, lokasi bersejarah yang sering dipakai untuk acara-acara penting kenegaraan, menunjukkan bahwa peliputan pers di Jawa Barat tidak hanya urusan industri media. Kualitas pemberitaan di daerah ini berkaitan langsung dengan cara warga menyerap informasi untuk kehidupan sehari-hari.