20 Perempuan Rentan dan Penyandang Disabilitas Dapat Pelatihan UMKM dari PLN UIT JBT Sebelum Expo di Hotel
PLN UIT JBT melatih 20 perempuan rentan dan penyandang disabilitas melalui 10 kelompok inklusif untuk berwirausaha di sektor kuliner, batik, dan kerajinan sebelum expo di hotel Bandung

Sepuluh kelompok inklusif mempertunjukkan produk karya mereka di sebuah hotel di Bandung, akhir September lalu. Mereka bukan sekadar menjual barang, tetapi memamerkan hasil perjalanan pelatihan selama berminggu-minggu yang diberikan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah melalui program Srikandi Movement 2026.
Dua puluh pelaku usaha rintisan dan mikro menjadi penerima manfaat program ini. Mereka bergerak di sektor kuliner, batik, kerajinan tangan, olahan herbal, hingga pengelolaan lingkungan. Sebagian besar berasal dari kelompok perempuan yang menghadapi keterbatasan akses ekonomi.
Sebelum naik ke panggung expo,para peserta menjalani serangkaian pelatihan yang dirancang agar tidak sekadar menghasilkan produk, tetapi memahami cara mengelola usaha secara profesional. Materinya mencakup pengelolaan usaha atau manajerial, digitalisasi produk, pemasaran, hingga peningkatan kualitas kemasan.
Baca Juga: Enam OPD Dileburkan dalam Perampingan Struktural di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat
General Manager PLN UIT JBT, Amiruddin, mengatakan pemberdayaan menjadi bermakna ketika mampu membuka kesempatan lebih setara bagi kelompok yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan potensi ekonominya. Ia menegaskan program ini bukan sekadar memberikan dukungan sesaat, melainkan membangun kapasitas agar mereka percaya diri, mandiri, dan mampu menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
Champion Srikandi PLN UIT JBT, Ni Putu Surya Eka Purwathi, menambahkan semangat utama kegiatan ini adalah perempuan saling menguatkan melalui Women Support Women. Ia menekankan pemberdayaan bukan hanya soal meningkatkan pendapatan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, membuka akses, serta menciptakan lingkungan yang memungkinkan setiap orang memperoleh kesempatan untuk bertumbuh.
Pelatihan ini difasilitasi PLN UIT JBT bekerja sama dengan Yayasan Dari Hati Indonesia. Kedua pihak memberikan pendampingan berkelanjutan agar setiap kelompok dapat menerapkan ilmu yang sudah diterima dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Expo di hotel sengaja dipilih agar produk mereka mendapat tempat yang representatif dan menjadi sorotan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, Sp. DLP., M.H.Kes, yang hadir pada pembukaan expo, menyebut langkah ini penting untuk membangun kepercayaan diri pelaku UMKM inklusif sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap potensi mereka. Ia menilai produk mereka berkualitas dan mampu bersaing.
Momentum expo menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan pasar. Setiap produk yang terpajang di ruang hotel itu merupakan bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk berkarya dan berwirausaha.