Pemkab Cirebon Perluas Program SSK Lewat Sekolah Model di Palimanan untuk Hadapi Bonus Demografi 2045
Kabupaten Cirebon perluas program SSK lewat penetapan SMP Negeri 2 Palimanan sebagai sekolah model untuk siapkan generasi muda hadapi bonus demografi 2045

Kabupaten Cirebon dengan populasi lebih dari 2,5 juta penduduk memulai persiapan serius menghadapi periode kritis demografi pada 2045. Melalui program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), pemerintah daerah mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam kurikulum sekolah untuk membentuk generasi yang lebih sadar akan isu kependudukannya.
Terdapat kerangka regulasi yang mendukung inisiatif ini, mencakup Peraturan Bupati Cirebon Nomor 46 Tahun 2025 tentang penguatan SSK, serta penetapan SSK Parportivo dan Sedulur Sinau Kependudukan melalui Keputusan Bupati. Pengaturan data penduduk secara rutin menjadi bagian penting untuk mendukung presisi program.
SMP Negeri 2 Palimanan ditetapkan sebagai sekolah model untuk mengembangkan praktik pendidikan kependudukan yang komprehensif dan dapat direplikasi. Sekolah ini sekaligus menjadi episentrum pengimbasan bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Cirebon.
Baca Juga: Pemuda Panca Marga Karawang Ajak Warga Jaga Kemanunggalan dengan TNI Lewat Kerja Nyata di Lapangan
"Substansi kependudukan sudah diintegrasikan ke dalam pembelajaran lintas mata pelajaran sehingga tidak berdiri sebagai materi yang terpisah," kata Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Indra Fitriani.
DPPKBP3A dan Tim Pokja SSK Kabupaten Cirebon memberikan pendampingan berkelanjutan untuk mengembangkan praktik pendidikan kependudukan yang dapat disesuaikan dengan kondisi lokal masing-masing sekolah. Pendampingan ini mencakup fasilitasi agar sekolah mampu memanfaatkan data dan kondisi lingkungan mereka sendiri.
"Kami menjalankan kebijakan pencegahan perkawinan pada usia anak serta Grand Design Pembangunan Kependudukan Kabupaten Cirebon 2021-2045 sebagai bagian dari penyiapan generasi muda," ucap Indra.
Bonus demografi 2045 merupakan periode ketika rasio ketergantungan penduduk menurun drastis karena jumlah penduduk usia produktif melampaui penduduk usia muda dan lanjut usia. Cirebon, dengan populasi lebih dari 2,5 juta jiwa, memandang persiapan generasi muda sebagai investasi jangka panjang untuk memanfaatkan window of opportunity demografis ini secara optimal.