Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemuda Panca Marga Karawang Ajak Warga Jaga Kemanunggalan dengan TNI Lewat Kerja Nyata di Lapangan

Jabar · Oleh ·

Pemuda Panca Marga Karawang ingatkan bahwa kemitraan TNI dan rakyat harus diwujudkan lewat kerja nyata, bukan cuma seremoni HUT.

Pemuda Panca Marga Karawang Ajak Warga Jaga Kemanunggalan dengan TNI Lewat Kerja Nyata di Lapangan

KARAWANG — Di tengah upacara dan tradisi perayaan HUT TNI setiap 5 Oktober, sekelompok pemuda di Kabupaten Karawang memilih merespons dengan cara berbeda. Mereka berkumpul bukan sekadar mengucapkan selamat, tapi menegaskan bahwa pertahanan negara hanya kuat kalau rakyat berdiri di sisi tentara.

Pemuda Panca Marga (PPM) Karawang mengeluarkan pesan tersebut melalui Asdo, sekretaris organisasi, dalam peringatan HUT ke-81 TNI. Baginya, hubungan TNI dan rakyat bukan sesuatu yang bersifat seremonial.

"Kemanunggalan TNI dengan rakyat jangan berhenti sebagai slogan. Harus diwujudkan melalui kehadiran, kepedulian dan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Asdo.

Baca Juga: Bappeko Kota Cirebon Minta Distribusi Data Kependudukan Rutin Tiap Triwulan untuk Akurasi PDPB

Program Desa Jadi Bukti Nyata

Di Karawang sendiri, salah satu wujud konkret kemitraan itu terlihat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program ini mempertemukan kebutuhan infrastruktur pedesaan dengan tenaga dan sumber daya militer. Warga menerima akses jalan, gedung publik, atau fasilitas kesehatan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Asdo mencontohkan, di banyak daerah di Jawa Barat, TNI hadir bukan hanya saat perang atau konflik. Mereka turun saat banjir melanda, membangun jalan di desa terpencil, dan membantu operasi bersih-bersih lingkungan.

Baca Juga: PF menangkap dan menganiaya Jajang hingga Tewas di Tasikmalaya, Hasil Visum Tunjukkan 9 Luka di Kepala

"TNI bukan hanya hadir ketika negara menghadapi ancaman. Dalam situasi masyarakat membutuhkan bantuan, baik saat bencana, pembangunan maupun kegiatan sosial, TNI juga tampil cepat dan berada di tengah-tengah rakyat," terang Asdo.

Tanggung Jawab Bersama

Menurut Asdo, pertahanan Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada institusi militer. Seluruh elemen bangsa punya peran. Karena itu, PPM sebagai bagian dari keluarga besar TNI merasa有必要 ikut menjaga nilai perjuangan dan nasionalisme.

"PPM adalah bagian dari keluarga besar TNI. Semangat kami adalah meneruskan nilai perjuangan dan pengabdian melalui kegiatan yang positif, menjaga persatuan serta ikut berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa," katanya.

Organisasi ini berkomitmen mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kebangsaan bersama TNI maupun elemen masyarakat lainnya. Di Karawang, kegiatan semacam ini biasa melibatkan tokoh adat, agama, dan pemuda kampung.

Harapan Pasca-HUT

Momentum HUT ke-81 TNI, menurut Asdo, sebaiknya jadi refleksi bahwa kemerdekaan perlu diisi dengan kerja nyata. Bukan sekadar upacara atau pidato, tapi tindakan konkret di tingkat lokal.

Ia berharap sinergi antara TNI, PPM dan masyarakat di Kabupaten Karawang semakin solid. Targetnya sederhana: kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga sehari-hari.

"Selamat HUT ke-81 TNI. Terus hadir bersama rakyat, mengabdi untuk negeri dan menjaga keutuhan NKRI," tutup Asdo.

Di tingkat kabupaten, harapan ini bukan tanpa dasar. Karawang sebagai daerah penyangga Jakarta dan pintu gerbang timur Jawa Barat punya dinamika tersendiri. Keterlibatan warga dalam menjaga ketertiban dan kepedulian sosial menjadi faktor penting di wilayah yang penduduknya terus bertambah.

Untuk warga Karawang, peringatan ini bisa berarti tambahan dorongan untuk terlibat langsung. Misalnya lewat kegiatan sosial di lingkungan, atau sekadar mengenal lebih dekat prajurit yang平时 bertugas di wilayah mereka.