Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

PF menangkap dan menganiaya Jajang hingga Tewas di Tasikmalaya, Hasil Visum Tunjukkan 9 Luka di Kepala

Jabar · Oleh ·

PF ditangkap polisi kurang dari 12 jam setelah menganiaya Jajang hingga tewas di Tasikmalaya. Visum menunjukkan sembilan luka parah di kepala dan luka lecet di sekujur tubuh korban.

PF menangkap dan menganiaya Jajang hingga Tewas di Tasikmalaya, Hasil Visum Tunjukkan 9 Luka di Kepala

Jasad Jajang Nuryadin (36) ditemukan warga dalam keadaan telentang dan bersimbah darah di Kampung Cibeureum, Tanjungjaya, Tasikmalaya pada Sabtu malam awal Oktober lalu. Korban mengalami penganiayaan berat sebelum akhirnya meninggal di lokasi kejadian.

Kasubsi Horas Masjid Hagia Sophia, Aipda Triana Anggasari, menjelaskan bahwa pemberitahuan tentang penemuan mayat disampaikan warga bernama Olik Suwandi ke pihak kepolisian. Petugas langsung menuju lokasi begitu menerima laporan tersebut.

"Anggota Satreskrim dan Polsek Tanjungjaya langsung turun ke TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan bukti-bukti," terang Triana.

Baca Juga: Bappeko Kota Cirebon Minta Distribusi Data Kependudukan Rutin Tiap Triwulan untuk Akurasi PDPB

Dari hasil visum yang dilakukan di RSUD KHZ Musthafa pada Senin siang, tim dokter forensik menemukan sembilan luka serius di kepala korban. Luka terbuka sepanjang 6 sentimeter tercatat di dahi bagian kanan atas, sementara di dahi tengah terdapat luka sepanjang 2 sentimeter. Korban juga mengalami luka di bagian atas dan bawah bibir serta kerusakan gigi.

Korban memiliki luka lecet di sejumlah titik tubuh seperti lutut, pinggang, dan siku. Diduga kuat, senjata tajam dan benda keras menjadi alat penganiayaan yang menewaskan Jajang.

Kurang dari dua belas jam pasca penemuan jasad, Satreskrim menangkap pelaku bernama PF alias Ipal (38). Pelaku yang merupakan warga sekitar itu diamankan di rumahnya sekitar pukul 20.30 WIB pada hari yang sama.

Baca Juga: Suhu 37,2 Derajat di Cirebon Picu Kekhawatiran Warga soal Karhutla dan Krisis Air Bersih

"PF sudah mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia," tegas Kasat Reskrim AKP Heru Syamsul Bahri.

Guna melengkapi proses penyidikan, polisi menggelar pra-rekonstruksi di lokasi kejadian. Autopsi jasad korban juga dilakukan untuk keperluan forensik. Saat ini, kepolisian masih mendalami motif di balik aksi penganiayaan tersebut.