Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bappeko Kota Cirebon Minta Distribusi Data Kependudukan Rutin Tiap Triwulan untuk Akurasi PDPB

Jabar · Oleh ·

Bappeko Kota Cirebon minta Disdukcapil distribusi data kependudukan secara rutin tiap bulan atau triwulan agar perubahan domisili warga langsung terdeteksi dalam pemutakhiran data pemilih yang saat ini sudah bertambah 7.253 orang dibanding DPT 2024.

Bappeko Kota Cirebon Minta Distribusi Data Kependudukan Rutin Tiap Triwulan untuk Akurasi PDPB

Bappeko Kota Cirebon meminta Disdukcapil mendistribusikan data kependudukan secara rutin agar perubahan kondisi warga langsung terdeteksi dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bappeko Kota Cirebon Nurul Fajri menyatakan distribusi data ke kecamatan, kelurahan, hingga rukun warga perlu dilakukan secara berkala agar perangkat kewilayahan tidak terlambat mengetahui perpindahan warga.

Pembaruan domisili kini bisa dilakukan warga langsung melalui Disdukcapil tanpa harus kembali ke tingkat kelurahan. Nurul menjelaskan kondisi tersebut justru membuat perangkat kewilayahan sering tidak mengetahui ada warga yang sudah tidak berdomisili di lingkungannya.

Baca Juga: PF menangkap dan menganiaya Jajang hingga Tewas di Tasikmalaya, Hasil Visum Tunjukkan 9 Luka di Kepala

"Sering kali kami menemukan data pemilih yang perlu dikonfirmasi, tetapi lurah atau bahkan pengurus RW tidak mengetahui perubahan tersebut," kata Nurul.

Dalam menyongsongPDPBTriwulan IV 2026, Bappeko melakukan pengawasan lewat uji petik, pencocokan dan penelitian data, serta penyampaian surat imbauan kepada KPU.

Bappeko juga meminta agar partai politik membantu menyampaikan informasi perubahan kependudukan melalui jaringan kader mereka di masing-masing wilayah.

Baca Juga: Suhu 37,2 Derajat di Cirebon Picu Kekhawatiran Warga soal Karhutla dan Krisis Air Bersih

Jumlah pemilih di Kota Cirebon saat ini tercatat 263.032 orang berdasarkan hasil pleno PDPB triwulan III 2026. Angka itu bertambah 7.253 pemilih dibandingkan DPT pada Pemilihan 2024 yang sebanyak 255.779 orang.

Selain distribusi data rutin, Bappeko meminta agar kolom khusus untuk warga yang alih status dari sipil menjadi anggota TNI atau Polri ditambahkan dalam penyajian data PDPB berikutnya. Selama ini kolom yang ada hanya menunjukkan warga yang tidak memenuhi syarat karena telah beralih status, tanpa kolom terbalik yang menunjukkan jumlah pasti warga yang mengalami peralihan tersebut.

"Kami meminta pada triwulan berikutnya KPU menyajikan kolom sebaliknya, sehingga data warga yang alih status dapat terlihat lebih jelas," lanjut Nurul.

Peningkatan jumlah pemilih sebesar 7.253 orang dalam dua tahun menunjukkan ritme perubahan data kependudukan di Kota Cirebon cukup tinggi. Tanpa mekanisme distribusi data yang terstruktur, potensi ketidakakuratan dalam daftar pemilih akan terus mengintai.

Bappeko optimistis distribusi data berkala dari Disdukcapil ke tingkat Rukun Warga bisa meminimalkan celah informasi yang selama ini menyebabkan perangkat kewilayahan tidak bisa mengonfirmasi perubahan domisili warganya.

Effendi Edo meresmikan Gapura Pecinan Cirebon untuk mengembangkan wisata budaya di Jalan Winaon, salah satu jalur utama yang menghubungkan kawasan bersejarah di Kota Cirebon.