Kericuhan Jalan Cikapayang Bandung: Massa Bakar Pos Polisi Usai Demo DPRD
Kericuhan melanda Jalan Cikapayang Bandung usai aksi demo di depan DPRD Jabar. Massa membakar pos polisi, menutup lalu lintas total, dengan tuntutan ketenagakerjaan sebagai pemicu utama.

Pada Jumat, 1 Mei 2026, kericuhan melanda kawasan Jalan Cikapayang, Kota Bandung, setelah massa aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Barat berpindah lokasi dan melakukan aksi pembakaran. Peristiwa ini menyebabkan pos polisi di simpang jalan terbakar, lalu lintas lumpuh total, dan menimbulkan kepanikan di sekitar wilayah.
Latar Belakang Aksi Demo Hari Buruh
Aksi demonstrasi ini diadakan sebagai peringatan Hari Buruh Internasional, dengan peserta dari berbagai elemen masyarakat menyampaikan tuntutan terkait isu ketenagakerjaan dan kebijakan ekonomi. Massa mengajukan tujuh poin tuntutan utama kepada pemerintah, antara lain:
- Pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang dinilai lebih berpihak pada pekerja
- Penghapusan sistem outsourcing dan praktik upah murah yang dianggap merugikan buruh
- Pengendalian impor untuk melindungi industri dalam negeri dan menjaga stabilitas lapangan kerja
- Reformasi sistem perpajakan, termasuk kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dan penghapusan pajak terhadap Tunjangan Hari Raya (THR)
- Percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT)
- Regulasi perampasan aset bagi pelaku korupsi
- Penurunan biaya potongan aplikasi ojek online menjadi maksimal 10 persen untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi
Perpindahan Lokasi dan Kerusuhan di Jalan Cikapayang
Setelah berlangsung beberapa jam di depan Gedung DPRD Jabar, massa memutuskan untuk berpindah lokasi ke Jalan Cikapayang. Tanpa pengamanan yang cukup di titik pergeseran, situasi dengan cepat berubah dari aksi damai menjadi kerusuhan terbuka. Pada siang hingga sore hari, konsentrasi massa di kawasan Cikapayang meningkat dengan cepat, membuat situasi semakin sulit dikendalikan. Salah satu sasaran utama massa adalah pos polisi di simpang jalan, yang terbakar dengan cepat. Seorang petugas keamanan pusat perbelanjaan di sekitar lokasi, Arif, mengonfirmasi bahwa api juga merambat ke warung di dekat pos polisi.
"Pos polisi itu dibakar, termasuk warung yang ada di dekat situ. Situasi berlangsung cepat dan sulit dikendalikan," ujar Arif saat ditemui di lokasi kejadian.
Kobaran api di sejumlah titik di Jalan Cikapayang menimbulkan asap tebal yang membumbung ke udara, sementara teriakan provokatif dari sebagian peserta aksi seperti "Bakar, bakar" semakin memperpanas situasi.
Dampak dan Situasi Saat Ini
Akibat aksi pembakaran dan kerumunan massa, arus lalu lintas di Jalan Cikapayang lumpuh total. Kendaraan dari berbagai arah tidak dapat melintas, memaksa pengendara untuk memutar arah atau berhenti di titik aman untuk menghindari potensi bahaya. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian belum melakukan upaya pembubaran secara intensif di titik utama kericuhan. Massa masih menguasai badan jalan, sementara warga sekitar memilih menjauh untuk menghindari risiko terluka atau tertimpa bahaya. Situasi di kawasan ini masih dalam pengawasan ketat, dengan potensi eskalasi kericuhan tetap perlu diwaspadai oleh masyarakat dan pihak berwenang.