Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pasien di Bandung Sekarang Bisa Langsung ke RS Spesialis Tanpa Menunggu Bertahap

KDM · Oleh ·

Bandung jadi lokasi uji coba hapus rujukan berjenjang BPJS. Pasien kini bisa langsung ke RS spesialis sesuai penyakit. Target diterapkan ke 1118 puskesmas di Jawa Barat.

Pasien di Bandung Sekarang Bisa Langsung ke RS Spesialis Tanpa Menunggu Bertahap

Sistem rujukan berjenjang yang memaksa pasien jantung berhari-hari menunggu di rumah sakit kelas rendah selama ini resmi dihapus di Kota Bandung. Kementerian Kesehatan menunjuk Kota Bandung sebagai salah satu lokasi uji coba transformasi Jaminan Kesehatan Nasional yang menggantikan proses bertahap dengan rujukan langsung sesuai jenis penyakit.

Empat reformasi diuji cobakan secara bersamaan di Bandung. Sistem rujukan baru bernama Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan mengizinkan pasien dirujuk langsung ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan sesuai penyakitnya. Standar rawat inap juga berubah lewat Kelas Rawat Inap Standar yang menetapkan 12 kriteria ketat termasuk ketersediaan tabung oksigen, ventilator, dan kamar mandi di dalam ruangan. Pembagian tempat tidur dibatasi maksimal empat per kamar dari sebelumnya enam hingga delapan pasien. Skema pembayaran Indonesian Diagnosis Related Group juga diterapkan untuk menyesuaikan klaim BPJS dengan biaya riil operasional rumah sakit.

"Kalau penyakit saya adalah jantung complicated, ya dia langsung ke rumah sakit yang mempunyai layanan jantung utama," kata Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Kamis, saat menjelaskan sistem baru di Gedung Dinkes Jawa Barat. Proses bertahap yang selama ini memaksa pasien melintasi rumah sakit Kelas D, C, hingga A secara berurutan akan digantikan dengan rujukan langsung sesuai kebutuhan medis.

Baca Juga: Wali Kota Bandung dan Wagub Jawa Barat Sepakati Kolaborasi Atasi Transportasi dan Sampah Cekungan Bandung

Empat lokasi menjadi wilayah piloto selama 12 bulan. Selain Bandung, Kementerian Kesehatan juga menguji coba di Kota Makassar, Kabupaten Tulungagung di Jawa Timur, dan Kabupaten Muara Enim di Sumatera Selatan. Seluruh puskesmas, klinik, serta rumah sakit negeri dan swasta di Bandung masuk dalam wilayah uji coba. Evaluasi akan dilakukan pada September 2026 sebelum sistem diterapkan nasional.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan optimistis uji coba di Bandung bisa selesai lebih cepat dari target 12 bulan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan proses adaptasi rampung dalam tiga bulan agar bisa direplikasi ke 1.118 puskesmas yang tersebar di 27 kabupaten dan kota. Angkanya hampir menyamai jumlah seluruh rumah sakit umum yang beroperasi di Jawa Barat.

Tantangan yang tersisa adalah literasi masyarakat terhadap hak layanan mereka. Artikel sebelumnya [/article/bpjs-kesehatan-sosialisasikan-jkn-ke-warga-wanasari-bekasi-blanco-jelaskan-masih-banyak-warga-yang-belum-paham-hak-pelayanannya-mu8hb7gh] menunjukkan masih banyak warga yang belum memahami prosedur dan hak pelayanan JKN mereka. Kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan disebut terus dibangun untuk kesiapan adaptasi.