Kronologi Lengkap Aksi PMII di Kejari Purwakarta yang Jadi Sorotan
Kronologi aksi demo PMII di Kejari Purwakarta terungkap. Kajari sebut koordinasi sudah dilakukan sejak malam sebelum aksi, namun agenda Festival Jaksa Masuk Sekolah 2026 jadi penghalang.

Kronologi Aksi Demo PMII di Kejari Purwakarta
Sebuah aksi unjuk rasa yang diselenggarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Kamis (18/6/2026), mencuri perhatian publik. Tuduhan tentang penolakan pertemuan beredar luas di kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Penjesalan Resmi dari Kepala Seksi Intelijen
Kepala Seksi Intelijen Kejari Purwakarta, Ratno Timur Habeahan Pasaribu, angkat bicara untuk meluruskan berbagai spekulasi yang beredar. Menurut keterangannya, kabar rencana aksi baru diterima pihak kejaksaan pada malam sebelumnya, tepatnya Rabu (17/6/2026) malam.
Baca Juga: Dukcapil: 34,7 Juta Penduduk Indonesia Berzodiak Cancer, Terbanyak dari Semua Zodiak
"Malam itu juga, kami langsung berkoordinasi dan konsolidasi dengan Ketua PC PMII Purwakarta via WhatsApp. Kami meminta agar aksi bisa digeser ke hari Jumat," tutur Ratno, Sabtu (20/6/2026).
Festival Jaksa Masuk Sekolah 2026 Jadi Penyebab Utama
Ratno menjelaskan bahwa penolakan untuk menemui massa bukanlah bentuk resistensi terhadap aspirasi publik. Semua berawal dari Agenda Festival Jaksa Masuk Sekolah (JMS) 2026 yang telah dijadwalkan jauh hari sebelumnya.
Baca Juga: FB (19) di Kuningan Diduga Bunuh dan Buang Bayinya Karena Takut Aib Kehamilan
Menariknya, festival ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Agenda tersebut merupakan proyek inovasi unggulan yang diinisiasi langsung oleh Kajari Purwakarta untuk merangkul generasi muda.
"Rangkaian acaranya sangat maraton, dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga tuntas pukul 19.30 WIB. Seluruh energi dan konsentrasi personel kami tercurah untuk menyukeskan kegiatan itu," tegas Ratno.
Dua Opsi yang Ditawarkan kepada Mahasiswa
Demi tetap menghormati hak berpendapat mahasiswa, pihak Kejari justru menyodorkan dua opsi jalan tengah:
- Opsi pertama: Jika PMII bersedia menggeser aksi ke hari Jumat (19/6/2026), Kajari Purwakarta secara langsung akan menerima aspirasi mereka.
- Opsi kedua: Apabila PMII tetap memilih menyampaikan aspirasinya pada hari Kamis, maka aspirasi tersebut akan diterima secara resmi oleh Kasi Intel Kejari Purwakarta.
Sayangnya, kedua opsi tersebut tidak mendapat respons positif dari pihak mahasiswa, sehingga aksi tetap berjalan sesuai jadwal awal.
Imbauan untuk Ruang Koordinasi ke Depan
Ratno menyayangkan dynamika yang terjadi. Ia menegaskan bahwa Kejaksaan tidak pernah menggunakan kesibukan sebagai tameng untuk menghindari kritik.
"Kejaksaan ini milik publik dan kami selalu terbuka terhadap setiap aspirasi. Kami justru membutuhkan dukungan serta kawalan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan mahasiswa," tegas Ratno.
Ia juga menambahkan bahwa kritik dan aksi mahasiswa adalah bentuk "vitamin" bagi penegakan hukum. Demo bukanlah lawan, melainkan mitra kritis dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Pelajaran dari Insiden Ini
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa:
- Koordinasi antarlembaga dan kelompok masyarakat perlu diperkuat sejak dini
- Komunikasi aktif antara penegak hukum dan generasi muda sangat krusial
- Dialog konstruktif lebih bermanfaat daripada polarisasi
Kejari Purwakarta berharap ke depan, ruang silaturahmi dan koordinasi dapat terjalin lebih baik lagi dengan seluruh elemen mahasiswa di wilayah hukumnya.