Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Putih Sari ajak warga Bekasi perkuat pemahaman imunisasi antigen baru melalui edukasi dari tenaga kesehatan

Jabar · Oleh ·

Putih Sari sosialisasi imunisasi antigen baru di Bekasi, ajak warga consulta langsung ke tenaga kesehatan untuk hindari informasi yang belum terverifikasi

Putih Sari ajak warga Bekasi perkuat pemahaman imunisasi antigen baru melalui edukasi dari tenaga kesehatan

Di Puskesmas Babelan, Kabupaten Bekasi, Jumat (18/9/2026), Putih Sari berdiri di depan sekitar seratus warga. Ia bicara tentang kesehatan sebagai kebutuhan dasar yang butuh kerja sama semua pihak. Putih Sari adalah Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang salah satunya membidangi sektor kesehatan.

Dalam acara Sosialisasi Imunisasi Antigen Baru itu, Putih Sari menyebut imunisasi tidak bisa berdiri sendiri. Menurut dia, menjaga kesehatan bukan cuma tugas pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga, kader Posyandu, sekolah, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat.

"Kesehatan merupakan nikmat dan karunia dari Allah SWT, tetapi nikmat tersebut juga perlu kita ikhtiarkan bersama," kata Putih Sari.

Baca Juga: Kapolda Tiba di Tasikmalaya Jamin Penindakan Geng Motor Usai Keresahan Warga Meluas

Ia menjelaskan bahwa Komisi IX DPR RI memiliki fungsi kemitraan dan pengawasan terhadap program pemerintah di bidang kesehatan. Menurut Putih Sari, komunikasi antara pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar program kesehatan dapat dipahami secara utuh.

Dalam sosialisasi itu, Putih Sari menyampaikan bahwa perkembangan dunia kesehatan terus berlangsung. Perubahan pola penyakit dan munculnya tantangan baru menuntut sistem kesehatan untuk terus beradaptasi. Ia mencontohkan pengalaman pandemi Covid-19 pada 2020, saat penyakit menular menyebar cepat dan berdampak luas.

"Dari pengalaman tersebut kita belajar bahwa dunia kesehatan harus terus beradaptasi dan mencari berbagai cara untuk melindungi masyarakat," katanya.

Baca Juga: Cellica Nurrachadiana Sosialisasikan Program BKKBN di Karawang untuk Cegah Stunting dan Latih Ayah dalam Pengasuhan

Putih Sari menjelaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu bagian dari upaya pencegahan penyakit. Program ini terus berkembang dengan adanya antigen baru, di antaranya PCV, rotavirus, dan HPV, sesuai kebijakan dan sasaran program pemerintah.

PCV melindungi anak dari pneumonia, rotavirus mencegah diare parah pada bayi, sementara HPV bertujuan mencegah kanker serviks. Putih Sari mengingatkan warga untuk mengecek jadwal dan sasaran imunisasi melalui Puskesmas, Posyandu, atau tenaga kesehatan.

"Program pemerintah tentu memiliki sasaran dan tahapan sesuai usia. Jadi silakan masyarakat mengikuti informasi dari Puskesmas, Posyandu, sekolah maupun tenaga kesehatan agar tidak ada anak yang terlewat dari pelayanan imunisasi," katanya.

Ia juga menekankan agar masyarakat tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum diketahui sumber dan kebenarannya. Warga diminta bertanya langsung ke tenaga kesehatan atau mencari sumber resmi, bukan mengandalkan kabar yang belum terverifikasi.

Untuk memudahkan pemahaman, Putih Sari mengibaratkan vaksin seperti helm saat mengendarai sepeda motor atau sabuk pengaman di dalam kendaraan. Helm dan sabuk pengaman tidak menjamin seseorang seratus persen terhindar dari kecelakaan, tetapi keduanya mengurangi risiko dan dampak apabila terjadi sesuatu.

"Demikian juga imunisasi, merupakan salah satu ikhtiar untuk mengurangi risiko penyakit dan dampaknya," katanya.

Ia mengingatkan warga bahwa HPV diberikan kepada kelompok sasaran tertentu melalui program pemerintah. Ketika ada pemberitahuan dari sekolah atau Puskesmas mengenai imunisasi, warga diminta untuk tidak langsung khawatir, tetapi memahami dulu informasi mengenai jenis vaksinnya, siapa sasarannya, dan apa manfaatnya.

Vaksin dalam program pemerintah harus memenuhi ketentuan dan melalui mekanisme pengawasan sesuai regulasi yang berlaku. Pengawasan melibatkan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Putih Sari berharap sosialisasi itu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, dan kelompok masyarakat lainnya.

"Menjaga kesehatan adalah kepentingan kita bersama. Pemerintah menjalankan program, tenaga kesehatan memberikan pelayanan dan edukasi, sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungannya," katanya.