Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kapolda Tiba di Tasikmalaya Jamin Penindakan Geng Motor Usai Keresahan Warga Meluas

Jabar · Oleh · · Diperbarui 31 Oktober 2026

Kapolda Jawa Barat turun langsung ke Mapolres Tasikmalaya merespons keresahan warga atas aksi begal dan geng motor yang meresahkan. Ia memerintahkan penindakan tegas namun proporsional serta melibatkan ulama dalam pencegahan.

Kapolda Tiba di Tasikmalaya Jamin Penindakan Geng Motor Usai Keresahan Warga Meluas

Warga Tasikmalaya akhir-akhir ini hidup dalam keresahan. Aksi begal dan geng motor meresahkan mereka yang tinggal di kawasan pelosok maupun jalur poros utama kota. Keluhan itu sampai ke telinga pimpinan tertinggi Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Irjen Pol Pipit Rismanto hadir langsung ke Mapolres Tasikmalaya, Jumat malam 18 September 2026. Kedatangannya menjadi respons atas laporan dari masyarakat tentang maraknya kejahatan jalanan di wilayah itu. Ia disambut oleh Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin dan sejumlah ulama, termasuk KH Ubaidillah Ruhiat dari Pondok Pesantren Cipasung.

Dalam kunjungannya, kapolda menyampaikan pesan tegas kepada warga bahwa aksi geng motor tidak akan dibiarkan. Ia mengingatkan bahwa Tasikmalaya adalah Kota Santri, sehingga kejahatan jalanan seharusnya tidak punya tempat.

Baca Juga: Otoritas Spanyol Identifikasi 66 dari 69 Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Urda

Arahan Tegas untuk Anggota di Lapangan

Di hadapan prajuritnya, kapolda memerintahkan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku kejahatan. Instruksi ini bersifat langsung dan tidak menggunakan jalur biasa melalui telegram interno.

"Saya sudah instruksikan anggota untuk melakukan tindakan tegas dan terukur tetapi tetap proporsional," katanya di Mapolres Tasikmalaya. Dengan kata lain, anggota di lapangan harus berimbang antara tindakan dan ancaman yang mereka hadapi.

Baca Juga: Polresta Cirebon Sita 10 Kg Ganja dari Rumah Penyimpanan, Dua Pengedar Dijerat Pasal 114

Sinergi dengan tokoh ulama menjadi bagian dari strategi keamanan yang dibangunkapolda. Para ulama diminta ikut mengawasi dan membimbing remaja di lingkungan mereka masing-masing agar tidak terjerumus ke geng motor atau mengonsumsi zat terlarang.

"Kita semua turut menjaga Jawa Barat, masyarakat, tokoh, pemerintah dan para alim ulama dan kami tentunya kepolisian untuk menjaga suasana baik," ucap kapolda saat memimpin langsung pengecekan pengawasan di Mapolres Tasikmalaya.