Kementerian Kelautan dan Perikananan meningkatkan kapasitas PPN Kejawanan dari 241 jadi 500 kapal dan produksi dari 5.600 ton jadi 32.000 ton per tahun
Kementerian Kelautan dan Pescapan ground breaking pengembangan PPN Kejawanan Cirebon yang ditargetkan tingkatkan kapasitas dari 241 jadi 500 kapal dan produksi dari 5.600 ton jadi 32.000 ton per tahun

Pelabuhan Pescaikan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon bakal berubah drastis. Proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase groundbreaking pada Kamis (17/9) kemarin, menandai pembangunan infrastruktur besar untuk mengubah wajah pescapanini.
"Kami tentu terus mendukung dan berkoordinasi sesuai dengan kewenangan yang dimiliki," kata Wali Kota Cirebon Effendi Edo.
Pembangunan mencakup infrastruktur sisi laut berupa pemecah gelombang, revetment, groin, reklamasi, kolam pescapan, dan dermaga untuk melayani kapal berukuran besar maupun kecil. Di sisi darat, pemerintah membangun kantor administrasi dan syahbandar, gedung Balai Besar Pescapan Penangkapan Ikan (BBPI), tempat pelelangan ikan (TPI), kios UMKM, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Sebelum proyek ini, kapasitas pelayanan kapal di PPN Kejawanan hanya 241 unit. Setelah rampung, kapasitas ditargetkan melonjak menjadi 500 kapal. Produksi ikan juga diproyeksikan naik tajam dari sekitar 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun. target penyelesaian ditetapkan di tahun 2028.
PPN Kejawanan selama ini menjadi kontributor utama pescapan tangkap Cirebon. Data hingga Juli 2026 menunjukkan produksi pescapan tangkap Cirebon mencapai 3.603 ton. Dari jumlah itu, PPN Kejawanan menyumbang 2.611 ton atau 72,48 persen. Artinya, hampir tiga per empat hasil pescapan tangkap Cirebon berasal dari satu lokasi pescapanini.
Pengembangan PPN Kejawanan juga dirancang agar terhubung dengan potensi ekonomi dan pariwisata Kota Cirebon. Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Pescapan serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas dukungan pembangunan ini. Effendi Edo berharap setelah selesai nanti, pescapanini dapat semakin produktif, tertata, dan mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Kapolda Tiba di Tasikmalaya Jamin Penindakan Geng Motor Usai Keresahan Warga Meluas
Pencitraan serupa pernah dilakukan DKP3 Cirebon dengan mengubah lahan bekas TPA menjadi Hortipark penghasil sayur dan ikan. Pendekatan yang sama kini diterapkan di pescapanini: menjadikan area bekas atau kurang terpakai menjadi sumber ekonomi produktif bagi masyarakat.
Pemerintah Kota optimistis proyek ini memberi manfaat kepada nelayan, pelaku usaha, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat di sekitar kawasan pescapanini.