Kabupaten Garut Siapkan Tim Gabungan untuk Pulihkan Kesehatan dan Trauma 10 Korban Selamat KM Virgo
Sepuluh korban selamat KM Virgo Transport 8 tiba di Rumah Singgah Garut untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemulihan trauma sebelum pulang ke kampung halaman mereka di Karangpawitan.

Sepuluh warga Garut yang selamat dari insiden KM Virgo Transport 8 akhirnya tiba di Rumah Singgah Garut, Kamis malam. Mereka sebelumnya mengapung di perairan Laut Jawa selama berhari-hari setelah kapal tersebut terbalik pada Minggu lalu.
Pemerintah Kabupaten Garut menurunkan tim khusus untuk menangani kondisi fisik dan mental mereka sebelum diperbolehkan pulang ke Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan.
"Kita akan melakukan pengecekan kesehatan keseluruhan, kesehatan umum, kalau mereka dinyatakan sudah dianggap sehat, mereka bisa kembali ke warganya," kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.
Baca Juga: Pria 44 Tahun Ditangkap Usai Terekam CCTV Menendang Wanita dari Belakang di Mal Senayan City
ydata: Dari 22 warga Garut yang tercatat sebagai korban insiden KM Virgo, dua orang di antaranya sudah meninggal dunia dan jenazahnya telah diserahkan ke keluarga di Garut. Sepuluh orang yang tiba di Rumah Singgah itulah yang menjadi fokus penanganan saat ini, sementara sisanya masih dalam pencarian.
Kabupaten Garut membentuk tim gabungan yang terdiri dari tenaga kesehatan dan konselor untuk memulihkan kondisi trauma korban selamat. Pendekatan ini mempertimbangkan pengalaman bertahan di tengah laut selama berhari-hari.
"Mereka kemungkinan bisa mengalami trauma," kata Abdusy Syakur Amin. "Supaya mereka mendapatkan pemulihan segera dan nanti bisa beraktivitas kembali."
Baca Juga: DPRD Karawang Ajak Masyarakat Jaga Fasilitas Transportasi untuk Kenyamanan Bersama
Selain pemeriksaan kesehatan, pemerintah daerah mengambil keputusan agar korban selamat tidak langsung pulang ke permukiman. Pertimbangannya adalah untuk menghindari dampak psikologis terhadap warga lain yang masih menunggu kabar keluarga mereka yang belum ditemukan.
"Kita tahan dulu di sini, nanti kira-kira sudah agak malam, supaya lebih tenang mereka kembali ke rumah," tutur Abdusy Syakur Amin.
Pendekatan ini menunjukkan pembaruan dalam penanganan korban bencana di tingkat kabupaten. Berdasarkan liputan sebelumnya, Dedi Mulyadi juga memastikan santunan untuk keluarga korban KM Virgo asal Garut, dengan 11 orang masih dinyatakan hilang.
Seorang anak buah kapal (ABK) asal Garut sebelumnya bertahan 10 jam di laut dengan berpegangan pada tabung gas setelah kapal terbalik, sebelum akhirnya diselamatkan.
Proses pemulangan sepuluh korban selamat ini akan dilakukan secara bertahap setelah tim gabungan menyelesaikan asesmen kesehatan dan psikologis mereka di tingkat desa.