Kasat Narkoba Polresta Karawang Disorot Dugaan Suap, FORTAL Minta Kapolda Jabar Tindak Tanpa Pandang Bulu
FORTAL Nusantara meminta Kapolda Jabar menindak dugaan suap bandar narkoba ke Kasat Narkoba Polresta Karawang tanpa pandang bulu dan menjaga pengawasan internal tetap konsisten

Dugaan pemberian uang dari bandar narkoba ke oknum Kasat Narkoba Polresta Karawang membuat warga di Karawang dan sekitarnya mempertanyakan apakah penindakan kasus narkotika di daerah mereka masih berjalan lurus. Ketua Umum FORTAL Nusantara (Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang), Kang Edo, menilai respons pimpinan Polda Jawa Barat menjadi penentu apakah kepercayaan masyarakat pada proses hukum tetap terjaga atau justru tergerus.
Kang Edo menyebut langkah cepat Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Hengki sebagai sinyal bahwa institusi kepolisian tidak memberi ruang bagi praktik penyimpangan. Ia menilai persoalan ini bukan sekadar urusan internal korps, karena menyangkut keyakinan warga bahwa laporan mereka soal peredaran narkoba ditindaklanjuti dengan benar.
"FORTAL Nusantara memberikan apresiasi kepada Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Hengki atas respons cepat terhadap persoalan yang menjadi perhatian publik. Ini merupakan langkah penting untuk menjaga marwah institusi Polri."
Ia menegaskan bahwa ketika muncul dugaan penyimpangan, masyarakat membutuhkan tindakan nyata dan bukan hanya pernyataan. Dorongan pengawasan publik semacam ini sejalan dengan sikap yang pernah ditunjukkan FORTAL saat menyoroti penanganan obat terlarang di wilayah lain, seperti dalam liputan kami soal respons cepat Kapolsek Serangbaru memberantas obat terlarang.
Baca Juga: Daniel Mutaqien Bantah Poster Munaslub Golkar, Klaim Isu 100 Persen Hoaks
Perang Narkoba Dinilai Bergantung pada Integritas Aparat
Menurut Kang Edo, pemberantasan narkoba tidak akan berjalan maksimal bila masih ada dugaan penyimpangan yang menghambat proses penegakan hukum. Ia meminta penindakan menyeluruh, mulai dari bandar besar, jaringan pengedar, hingga pihak yang diduga memberikan perlindungan atau menyalahgunakan kewenangan.
"Jangan sampai masyarakat memiliki persepsi bahwa hukum bisa dibeli dengan uang. Bandar narkoba harus diberantas, dan apabila ada oknum aparat yang terbukti menyalahgunakan kewenangan, maka harus ditindak tegas."
Ia juga menilai ketegasan pimpinan kepolisian bisa menjadi momentum memperkuat pengawasan internal. Soal pengawasan internal ini bukan hal baru di Polda Jabar. Sebelumnya, Kapolda Jabar mengeluarkan larangan vape bagi anggota di Mapolda dan seluruh polres, dengan pelanggar diserahkan ke Propam, seperti kami laporkan dalam artikel Kapolda Jabar Hengki larang vape di Mapolda dan semua polres.
Dampak Narkoba Disebut Menyentuh Kehidupan Keluarga
Kang Edo menyebut narkotika sebagai ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan kehidupan keluarga dan melemahkan ketahanan sosial di lingkungan warga.
Menurutnya, aparat penegak hukum bertanggung jawab memastikan setiap proses penindakan berjalan profesional, transparan, dan bebas dari kepentingan pribadi maupun kelompok. Ia mendukung langkah tegas Kapolda Jabar karena pemberantasan narkoba harus dimulai dari keberanian membersihkan potensi penyimpangan di dalam institusi.
Ia menambahkan, apresiasi yang disampaikan bukan dukungan terhadap individu, melainkan terhadap prinsip penegakan hukum yang bersih dan berkeadilan. Harapannya, langkah cepat ini tidak berhenti pada satu kasus, tetapi menopang penguatan pengawasan yang berkelanjutan.
Setiap dugaan pelanggaran, kata dia, perlu ditindaklanjuti lewat pemeriksaan yang objektif dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Penanganan disiplin, kode etik, maupun pidana harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.
Ketegasan Diminta Jadi Kebiasaan, Bukan Reaksi Sesaat
Kang Edo berharap ketegasan tidak hanya muncul ketika sebuah persoalan ramai dibicarakan publik. Ia ingin ketegasan menjadi bagian dari cara kerja institusi sehari-hari, sehingga warga merasakan bahwa hukum hadir untuk melindungi.
Ia menyebut kepercayaan masyarakat sebagai modal penting bagi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kepercayaan itu, menurutnya, hanya terbangun lewat tindakan nyata, keterbukaan, dan keberanian menindak pelanggaran tanpa pandang bulu.
Bagi warga Jawa Barat, termasuk di Karawang dan Bandung Raya, ujung dari persoalan ini adalah apakah kasus narkotika di lingkungan mereka ditangani tanpa kompromi. FORTAL Nusantara menyatakan akan terus mendorong pengawasan publik terhadap penegakan hukum dan mendukung pemberantasan narkotika.