Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

1.516 Siswi 104 Sekolah Garut Ikut MilkLife Soccer Challenge, Jarak Tempuh ke Lapangan Terpangkas

Bandung · Oleh ·

1.516 siswi dari 104 SD dan MI Garut ikut MilkLife Soccer Challenge seri perdana 2-8 November 2026, memangkas perjalanan 60 kilometer yang selama ini ditempuh tiap hari.

1.516 Siswi 104 Sekolah Garut Ikut MilkLife Soccer Challenge, Jarak Tempuh ke Lapangan Terpangkas

Selama empat seri sebelumnya, ratusan siswi dari Garut harus berangkat pukul 03.00 pagi untuk bisa tampil di MilkLife Soccer Challenge regional Bandung. Kini mereka bertanding di lapangan yang berjarak beberapa kilometer dari sekolah dan rumah.

MilkLife Soccer Challenge Garut Seri 1 2026-2027 digelar 2-8 November 2026 di Lapangan Dalem Bintang RAA Adiwijaya dan Stadion Jayaraga. Sebanyak 1.516 siswi dari 104 SD dan madrasah ibtidaiyah mengikuti seri perdana ini, terdiri dari 28 tim KU 10 dan 111 tim KU 12.

Garut menjadi titik penyelenggaraan baru pada musim ini. Panitia memecah regional Jawa Barat menjadi dua lokasi setelah animo peserta di Bandung dinilai terlalu besar. Bandung Seri 1 2026-2027 berlangsung lebih dulu pada 27 Oktober-1 November 2026 dengan 1.517 atlet dari 78 sekolah.

Baca Juga: Padel Signature Buka di Setiabudi dengan Empat Lapangan Indoor dan Kafe Berkapasitas 160 Kursi

Perbandingan angkanya tipis: Bandung mengirim 1.517 atlet dari 78 sekolah, Garut 1.516 siswi dari 104 sekolah. Artinya, rata-rata peserta per sekolah di Garut jauh lebih kecil, sekitar 15 siswi, sementara di Bandung hampir 20 siswi per sekolah. Sebaran peserta Garut justru lebih luas meski jumlah totalnya serupa.

Alasan Garut Dipilih

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menyebut keputusan memecah regional diambil agar peserta tidak lagi menempuh perjalanan jauh. Menurutnya, infrastruktur Garut paling siap di Priangan Timur.

Baca Juga: Angel Vision Bantah Terima Rp20 Juta dan Tantang Polresta Karawang Tangkap Dirinya

"Pada seri-seri sebelumnya, animo di regional Bandung sangat tinggi. Untuk mengakomodasi hal tersebut sekaligus mempermudah akses bagi para peserta, kami memutuskan memecah regional Jawa Barat menjadi dua titik penyelenggaraan, yakni di Bandung dan Garut," ujar Chandra.

Chandra menambahkan, pihaknya berharap Garut memunculkan sekolah-sekolah yang tampil mengejutkan seperti di Bandung. Sebelumnya, MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025/26 memang melahirkan dua juara baru, dan tren itu disebutnya sebagai tanda pembinaan yang makin merata.

Beban Perjalanan yang Hilang

Pelatih Kepala MI Ma'arif As Shidiqiyyah, Muhammad Marhum Sidik Bahroji, merasakan langsung bedanya. Saat ikut regional Bandung, ia dan para pemainnya menempuh lebih dari 60 kilometer setiap hari, pulang-pergi, selama empat seri.

"Ketika kami ikut di regional Bandung, kami harus berangkat jam 03.00 pagi dari Garut dan langsung bertanding. Setelahnya kami pulang, esok harinya berangkat lebih awal lagi," katanya.

Marhum menyebut sejumlah pemainnya sempat ingin menyerah karena kelelahan di jalan. Sekolahnya kini mengirim 72 siswi ke KU 8, KU 10, dan KU 12, jumlah yang menurutnya sulit dipertahankan jika turnamen tetap digelar di Bandung.

Ia juga menyoroti jenjang karier yang jelas di turnamen ini. Menurut Marhum, banyak pesepak bola putri asal Jawa Barat sudah menembus tim nasional, dan itu menjadi dorongan bagi anak-anak asuhnya untuk bertahan. Kualitas pembinaan usia dini di kompetisi ini sendiri sudah dibahas dalam laporan soal talenta sepak bola putri yang makin kompetitif.

Pindah Sekolah demi Sepak Bola

Kisah lain datang dari Berlinda Allina Syafitri, bek SD 1 Mekarmukti di KU 12. Ia pindah sekolah dari Kudus, Jawa Tengah, ke Garut agar bisa berlatih bersama kelompok usia Akademi Persib Bandung. Berlin mengaku meminta izin ayahnya untuk kos di Garut demi mengejar cita-cita jadi pemain profesional.

Berlin mengidolakan Nafeeza Ayasha Nori dan berharap bisa menyusul ke tim nasional. Target jangka pendeknya, menang bersama tim sekolah dan terpilih mewakili Garut ke MLSC All-Stars tahun depan.

Selain format 7 lawan 7, panitia menggelar Skill Challenge untuk KU 10 dan KU 12. Ada lima tantangan: dribbling, passing and control, three on three, shoot on target, dan penalty shoot. Peserta KU 8 mengikuti Festival SenengSoccer yang diikuti 71 siswi berusia 6-8 tahun, berisi permainan lari zig-zag, lempar bola ke target, dan menendang ke gawang.

Bagi pembaca di Garut dan Priangan Timur, penyelenggaraan ini memangkas satu hambatan lama: biaya dan waktu perjalanan. Orang tua kini bisa menyaksikan anaknya bertanding tanpa harus berangkat dini hari. Ajang kebersihan lingkungan seperti Gerakan Ngariksa Hate di Garut juga menunjukkan kota ini mulai rutin menjadi tuan rumah kegiatan berskala besar.

Jadwal, hasil pertandingan, klasemen, dan daftar pencetak gol bisa diakses di www.milklifesoccer.com, serta akun Instagram dan TikTok @milklifesoccer.