Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kahitna gelar konser 40 tahun tanpa Carlo Saba, dua vokalis hadapi 20.000 penonton berdua

Bandung · Oleh ·

Kahitna gelar konser 40 tahun tanpa Carlo Saba, dua vokalis Hedi dan Mario harus hadapi 20.000 penonton berdua di PIK 2

Kahitna gelar konser 40 tahun tanpa Carlo Saba, dua vokalis hadapi 20.000 penonton berdua

Konser empat dekade Kahitna akan diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition, PIK 2, Jakarta, pada Sabtu mendatang. Perayaan ini menjadi yang pertama tanpa Carlo Saba, guitarist sekaligus founder grup musik asal Bandung yang meninggal pada April 2023.

Dua vokalis aktif Kahitna, Hedi Yunus dan Mario Ginanjar, harus berbagi panggung hanya вдвоих untuk menghibur ribuan penonton. Hambatan ini diakui Hedi sebagai tantangan besar dalam kariernya.

"Kita berdua harus perang di depan berdua nih. Jadi itu kayak challenge buat kami berdua, saya dan Mario, yang kita berdua tapi harus bisa menguasai panggung gimana caranya menghadapi 20.000 orang itu," kata Hedi Yunus di Kuningan, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Disparekraf Kabupaten Bandung Minta Pengelola Rumah Pengabdi Setan Pasang Papan Tarif di Pintu Masuk

Penjualan tiket kategori atas telah membuktikan antusiasme penggemar terhadap kelangsungan Kahitna. Tiket Diamond, Platinum, Gold, dan Silver ludes terjual seluruhnya. Hanya tiket Festival A dan Festival B yang masih tersedia melalui kanal resmi penyelenggara.

Mario Ginanjar menceritakan bahwa sosok Carlo masih kerap muncul dalam benaknya saat latihan bersama. Ada momen ketika ia spontan teringat bagian lagu yang sebelumnya dinyanyikan Carlo.

"Ada part yang kita lagi nyanyi happy, lagi fokus gitu tiba-tiba, 'Cek, ini bagiannya Mas Carlo nih harusnya,' gitu loh. Jadi tiba-tiba kepikiran lagi gitu," tutur Mario.

Baca Juga: Uyan Ruhyandi Ditangkap di Garut Setelah 6 Tahun Buron dari Hukuman Pengemplangan Pajak Rp 4,4 Miliar

Kehilangan Carlo diakui Mario telah dilalui dengan kesedihan yang mereda. Namun rasa rindu kepada sahabat sekaligus rekan bermusiknya itu tetap terasa hingga kini.

"Bukan, sedihnya udah lewat sih, cuma rasa kangen itu tetap ada sampai sekarang. Dan saya harap Mas Carlo di surga bisa melihat kita sekarang lagi bekerja keras mewujudkan mimpinya ke 40 tahun Kahitna," kata Mario.

Puluhan personil tambahan dari kru teknis, lighting, sound, hingga sekuriti dibutuhkan untuk mengoperasikan venue sebesar NICE. Pertunjukan dengan konsep panggung besar biasanya melibatkan ratusan tenaga kerja pendukung.

Kahitna dibentuk pada 1986 di Bandung oleh Carlo Saba bersama Yovie Widianto. Empat dekade kemudian, dua vokalis tersisa ini meneruskan semangat yang ditinggalkan Carlo.

"Mulai saat itu kita makin kompak lagi, kita saling support satu sama lain, dan makin semangat lagi. Karena legacy-nya Mas Carlo, spirit-nya Mas Carlo akan selalu kita bawa," kata Mario.

Konser ini mengangkat tajuk "Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah". Pertunjukan empat dekade ini sekaligus menjadi penanda perjalanan panjang grup Bandung ini di industri musik Indonesia.