Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BRI Salurkan Kredit Rp1.646 Triliun hingga Juni 2026, Tumbuh 16,2 Persen Ungguli Laju Perbankan Nasional

Bandung · Oleh ·

BRI salurkan kredit Rp1.646 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 16,2 persen melampaui pertumbuhan perbankan nasional 12,7 persen

BRI Salurkan Kredit Rp1.646 Triliun hingga Juni 2026, Tumbuh 16,2 Persen Ungguli Laju Perbankan Nasional

Pertumbuhan kredit perbankan nasional tercatat 12,7 persen pada Triwulan II 2026. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan lonjakan lebih tinggi, yaitu 16,2 persen year-on-year, dengan total penyaluran mencapai Rp1.646 triliun.

Angka ini meningkat dari posisi Rp1.417 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu membuat BRI berkontribusi besar terhadap lini kredit nasional.

"Pertumbuhan kredit mencerminkan intermediasi BRI yang tetap solid dalam menggerakkan ekonomi nasional," kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam konferensi pers di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8).

Baca Juga: Jersey Komunitas Lari dan Riders Dorong Permintaan Mesin Apparel di Bandung trotz Perlambatan Industri

Pertumbuhan tersebut juga terdorong oleh peningkatan simpanan masyarakat. Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI naik 6,7 persen menjadi Rp1.581 triliun, dari sebelumnya Rp1.482 triliun. Struktur pendanaan membaik dengan rasio CASA yang naik dari 65,5 persen menjadi 67,6 persen.

Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah alias Non-Performing Loan (NPL) BRI justru menurun dari 3,0 persen menjadi 2,9 persen. Cost of Credit juga membaik dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen, atau turun sekitar 30 basis poin.

"Growth is back, strong. Kualitas pertumbuhan dari sisi risiko tetap kami jaga dan kami optimistis ke depan," kata Hery.

Baca Juga: TD dan YL, Dua ASN Disnaker Cimahi, Jadi Tersangka Korupsi Pelatihan Tenaga Kerja 2022-2024 dengan Aliran Dana Rp823 Juta

Total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini mengikuti akselerasi distribusi kredit yang masif sepanjang paruh pertama tahun ini.

Penyaluran kredit yang tinggi itu tidak terlepas dari agenda transformasi yang konsisten dijalankan BRI. Hery memastikan ekspansi kredit tetap dibarengi dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

"Berbagai agenda transformasi BRI bukan hanya rencana strategis ke depan, melainkan juga sudah kami eksekusi dan menunjukkan hasil yang positif terhadap kinerja BRI," kata Hery.