Empat Puluh Remaja Karang Taruna Jelegong Terima Bekal AI, Kepemimpinan, dan Kelola Gerobak Literasi dari Tim UM Bandung
Empat puluh remaja Karang Taruna Kampung Talun terima pelatihan kepemimpinan, AI, dan literasi dari tim UM Bandung. Pojok Baca 245 buku dan Gerobak Literasi keliling jadi sarana fisik program.

Hernawati menginisiasi program pengabdian sejak Juni 2026. Timnya dari UM Bandung melatih 40 remaja Karang Taruna Kampung Talun, Desa Jelegong, Kabupaten Bandung.
Pelatihan mencakup tiga aspek utama. Pertama, simulasi kepemimpinan melalui studi kasus organisasi, mulai dari manajemen rapat hingga pengambilan keputusan.
"Remaja Karang Taruna perlu memahami bahwa memimpin berarti berani mengambil tanggung jawab, mendengarkan orang lain, dan memberi teladan dalam tindakan sehari-hari," kata Supala, anggota tim PKM.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Larang Pejabat Tuntut Fasilitas, Anggaran Dialihkan ke Pendidikan dan Kesehatan Warga
Kedua, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk kebutuhan praktis. Peserta belajar menyusun materi kegiatan, membuat konten edukatif, dan mengelola dokumentasi organisasi.
"Banyak anak muda sudah akrab dengan AI, tetapi belum tentu tahu cara memanfaatkannya secara tepat. Dalam pelatihan ini kami ajak mereka praktik langsung," tutur Hikmi, praktisi digital yang terlibat.
Ketiga, penguatan akhlak Islami sebagai fondasi. "Sepintar apa pun seseorang memimpin atau menguasai teknologi, tanpa akhlak yang baik semuanya bisa disalahgunakan," tegas Iim Ibrohim, dosen UM Bandung.
Program ini menghasilkan dua sarana fisik. Pojok Baca berisi 245 buku yang melampaui target awal. Gerobak Literasi beroperasi setiap hari Minggu, berkeliling ke tiap wilayah RT di Kampung Talun. [ARSIP] Pada Bandung dan Rindu yang Tak Tuntas -> /article/pada-bandung-dan-rindu-yang-tak-tuntas-ml5tc6am
Pengelolaan keduanya diserahkan kepada Karang Taruna secara mandiri. Langkah ini dipilih untuk menjaga keberlanjutan gerakan literasi di tengah masyarakat. [ARSIP] Pameran OpenOven di Bandung -> /article/pameran-openoven-di-bandung-mled78by
Adi Surya, Ketua Karang Taruna Kampung Talun, mengatakan pelatihan yang diterima memberikan bekal nyata bagi pemuda desa. "Kami mendapatkan keterampilan baru, mulai dari tata kelola organisasi, penggunaan AI untuk kegiatan pemuda, hingga manajemen gerobak literasi," katanya.
Program ini dibiayai oleh BIMA Kemdiktisaintek Tahun 2026. Tim dosen melibatkan Iim Ibrohim dan Supala, praktisi digital Hikmi, serta empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam UM Bandung. Mereka berharap pendekatan integratif ini membentuk generasi muda yang seimbang antara kemampuan intelektual, kecakapan teknologi, dan kepedulian sosial.