Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Disdik Bandung Dorong Karakter Murid Lewat 3 Muatan Lokal di Era AI

Bandung · Oleh · · Diperbarui 7 Agustus 2026

Disdik Bandung dorong penguatan karakter 600 ribu pelajar lewat 3 muatan lokal: Pendidikan Moral Pancasila, bahasa budaya Sunda, dan hafalan Al-Qur'an di era AI.

Disdik Bandung Dorong Karakter Murid Lewat 3 Muatan Lokal di Era AI

Sekolah di Kabupaten Bandung tengah mempersiapkan ratusan ribu pelajar menghadapi era kecerdasan buatan dan digitalisasi. Dinas Pendidikan setempat menggagas penguatan karakter melalui tiga program muatan lokal yang diharapkan mampu menjadi benteng nilai-nilai kebangsaan di tengah transformasi teknologi.

Tantangan Zaman bagi Generasi Muda

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah menyoroti bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang kokoh. Dalam puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional di Soreang, ia menegaskan pentingnya menjaga integritas dan jati diri di samping kemampuan teknologi.

Baca Juga: STKIP Pasundan Kampiun Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung, Top Skor Cetak 13 Gol

"Yang paling penting, di samping kemajuan teknologi, kecerdasan artifisial, digitalisasi, dan berbagai perkembangan lainnya, yang harus kita bangun dan jaga bersama adalah karakter, integritas, dan jati diri."

Menurut Asep, generasi muda bakal menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi di berbagai sektor kehidupan. Hal ini menuntut kesiapan mental dan moral yang tidak bisa diremehkan.

Tiga Muatan Lokal sebagai Instrumen Pembentukan Karakter

Untuk menjawab tantangan tersebut, Disdik Kabupaten Bandung memperkuat penerapan tiga muatan lokal yang menjadi identitas pembelajaran di wilayahnya:

Baca Juga: Honda Genio dan Ultima II Undang MUA Bandung Berebut Gelar dalam Kompetisi Makeup Tema Kemerdekaan

Asep menjelaskan ketiga muatan lokal tersebut dirancang sebagai instrumen pembentukan karakter agar peserta didik memiliki semangat kebangsaan, memahami budaya lokal, serta memiliki landasan moral yang kuat.

Cakupan Pelajar yang Ditarget

Penguatan karakter ini menyasar ratusan ribu pelajar di Kabupaten Bandung. Data Dinas Pendidikan setempat tahun 2025 mencatat jumlah murid jenjang SD/MI/Paket A mencapai 408.652 orang, sedangkan jenjang SMP/MTs/Paket B sebanyak 191.845 orang.

Angka ini menunjukkan besarnya tanggung jawab dan tantangan dalam menerapkan program penguatan karakter secara merata.

Teknologi Tanpa Integritas, Apa Hasilnya?

Asep menekankan bahwa penguasaan teknologi tanpa diimbangi kejujuran dan integritas justru dapat menimbulkan dampak negatif. Ia menilai karakter menjadi modal dasar bagi generasi muda untuk bersaing secara sehat.

"Kejujuran, integritas, dan karakter merupakan modal dasar untuk tumbuh, berkarier, berkembang, dan membangun bangsa. Betapa hebatnya orang jujur yang menguasai teknologi."

Mantan orang hebat apa pun integritas dan kejujuran, maka kemampuan teknologi hanya akan menjadi pedang tanpa arah. Inilah mengapa pembentukan karakter menjadi aspek yang tidak bisa ditunda-tunda.

Kolaborasi untuk Membangun Generasi Unggul

Disdik Kabupaten Bandung menyatakan siap menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung penguatan karakter dan kualitas pembelajaran. Kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.

Program ini menjadi respons konkret terhadap kekhawatiran banyak pihak mengenai dampak negatif digitalisasi terhadap nilai-nilai tradisional dan karakter generasi muda. Dengan pendekatan muatan lokal yang terstruktur, diharapkan pelajar Bandung tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kuat dalam karakter dan jati diri.

Langkah ini membuktikan bahwa kemajuan teknologi dan pelestarian nilai-nilai tradisional bisa berjalan beriringan, menciptakan generasi yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi juga berakar pada kebhinekaan dan kearifan lokal.