Alat Berat Kontraktor Mogok, Proyek Gorong-gorong di Soekarno-Hatta Bikin Macet Parah
Alat berat kontraktor mogok bikin proyek gorong-gorong di Jalan Soekarno-Hatta molor. Kemacetanparah melanda koridor tersibuk Bandung sejak awal pekan dan diperkirakan masih berlangsung beberapa hari.

Ribuan pengguna jalan di Kota Bandung harus mengorbankan waktu perjalanan lebih lama sejak awal pekan ini. Kemacetan panjang mengular di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, salah satu koridor tersibuk yang menghubungkan kawasan timur dan selatan kota. Hingga berita ini ditulis, kepadatan lalu lintas di ruas tersebut belum sepenuhnya normal.
Pemerintah Kota Bandung akhirnya angkat bicara. Wali Kota Muhammad Farhan menjelaskan penyebabnya bukan genangan hujan atau kecelakaan, melainkan keterlambatan proyek gorong-gorong di lokasi. Alat berat yang digunakan kontraktor mengalami kerusakan sehingga pekerjaan tidak selesai sesuai target pada Selasa dini hari.
"Kesalahan dari pihak kontraktor karena alat beratnya mogok," kata Farhan. "Yang harusnya selesai tadi pagi jam 4 pagi, itu nggak selesai. Jadi menimbulkan kemacetan yang luar biasa."
Baca Juga: Polisi Panggil Tiga Saksi Terkait Pool Party Santa Sea yang Viral Tanpa Izin
Jalan Soekarno-Hatta dikenal sebagai jalur utama yang padat hampir setiap hari. Farhan mengakui tingkat kepadatan di koridor tersebut termasuk tertinggi di Kota Bandung sehingga gangguan kecil saja langsung memicu antrean kendaraan panjang. Bagi pekerja muda dan mahasiswa yang sehari-hari melintasi ruas ini, keterlambatan satu-dua jam sudah menjadi beban tambahan di luar kesibukan mereka.
Spekulasi sempat beredar di kalangan warga. Sebagian mengaitkan kemacetan dengan proyek Bus Rapid Transit yang juga tengah berjalan di beberapa titik kota. Farhan merespons langsung dengan meluruskan informasi tersebut.
"Pihak kontraktor sudah dipanggil oleh Satlantas untuk memastikan bahwa pekerjaan akan selesai paling lambat beberapa hari lagi," katanya.
Baca Juga: 150 Ribu Rumah Tangga Bandung Butuh Perbaikan Sanitasi, Pemetaan Dimulai dari Data RW
Kontraktor juga dipanggil bersama aparat kepolisian agar penyelesaian tidak molor lebih lama. Farhan menambahkan bahwa Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi mendapat tugas untuk mengawasi progress di lapangan.
Kasus ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota. Farhan menilai proyek di koridor utama harus punya perencanaan lebih matang, termasuk kesiapan alat dan skenario cadangan bila terjadi gangguan teknis. Keterlambatan pekerjaan bukan hanya menggeser target, tetapi juga merugikan warga yang mengandalkan ruas jalan tersebut setiap hari.
"Dengan tingkat kemacetan yang begitu kejam di sana, tentu saja kesabaran juga sangat tipis," kata Farhan.
Warga yang melintasi koridor Soekarno-Hatta saat ini diminta menyiapkan waktu lebih longgar atau mencari jalur alternatif. Dampak kemacetan diperkirakan masih terasa dalam beberapa hari ke depan hingga proyek gorong-gorong benar-benar rampung dan jalur bisa dibuka sepenuhnya.
Pemkot Bandung berkomitmen memantau langsung progres penyelesaian proyek. Evaluasi terhadap kesiapan kontraktor juga bakal dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di ruas jalan utama lainnya.
Jalur alternatif ke pusat kota perlu dipertimbangkan bagi yang biasa melintasi Soekarno-Hatta