Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Alat Berat Kontraktor Mogok Bikin Macet 1 Jam di Soekarno-Hatta, Pekerja Muda Terlambat Masuk Kerja

Bandung · Oleh ·

Kemacetan di Soekarno-Hatta bikin ribuan pekerja muda telat masuk kerja setelah alat berat kontraktor proyek gorong-gorong mogok. Keesokan harinya jalanan sudah normal.

Alat Berat Kontraktor Mogok Bikin Macet 1 Jam di Soekarno-Hatta, Pekerja Muda Terlambat Masuk Kerja

Wardhani hampir tidak masuk kerja. Perempuan itu terjebak macet sekitar satu jam di Perempatan Soekarno-Hatta, Bandung, saat пыта tembus ke arah Buah Batu. Dia baru sampai kantor pukul 09.00 WIB, padahal seharusnya sudah di meja sejak pukul 08.00.

Pengalamannya pada hari itu bukan kasus sendiri. Ribuan pengguna jalan mengalami hal serupa saat kemacetan melumpuhkan salah satu koridor tersibuk di Kota Bandung.

Namun keesokan harinya, situasi berbalik. Pantauan di lokasi menunjukkan lubang di Jalan Ibrahim Adjie yang kemarin bikin kendaraan mengular sudah ditambal sementara. Arus lalu lintas di kawasan tersebut kembali normal.

Baca Juga: 13 Pasar Kantongi Sertifikat dalam 1,5 Tahun, Fondasi Kota Bandung Ditarget Rampung Akhir 2027

Wardhani sendiri sengaja berangkat lebih pagi sebagai langkah antisipasi. Alhasil, dia justru tiba lebih awal dari biasanya.

"Kirain macet lagi kaya kemarin, sekarang udah engga. Jadi sampai kantor juga malah kepagian," cerita dia pada medio September 2026.

Jalanan di Perempatan Soekarno-Hatta sudah normal pada hari kerja berikutnya, tapi puluhan pekerja muda seperti Wardhani sudah merasakan dampaknya langsung. Rute yang biasa mereka pakai tiap hari mendadak menjadi胶. Satu jam terjebak di jalan sama artinya dengan target kerja yang melarat.

Baca Juga: Polisi Panggil Tiga Saksi Terkait Pool Party Santa Sea yang Viral Tanpa Izin

Wali Kota Bandung menjelaskan bahwa kemacetan bukan berasal dari proyek Bus Rapid Transit maupun kebijakan rekayasa lalu lintas. Menurut dia, kepadatan yang bikin ribuan pengguna jalan frustrasi itu dipicu oleh keterlambatan proyek gorong-gorong.

Alat berat milik kontraktor yang menangani proyek itu mengalami kerusakan di tengah pekerjaan. Dampaknya langsung terasa ke ribuan pekerja yang melintas setiap hari. Pekerjaan yang seharusnya rampung justru molor, area kerja belum bisa dibuka sepenuhnya, dan kendaraan mengular panjang di titik yang sama.

"Kesalahan dari pihak kontraktor karena alat beratnya mogok," tegas dia.

Sebelum penjelasan itu beredar, spekulasi merajalela di media sosial. Sebagian warga mengaitkan kemacetan dengan proyek transportasi lain yang tengah berjalan di Kota Bandung saat itu. Klaim kontraktor mogok sekaligus menjawab keraguan publik soal siapa yang bertanggung jawab.

Peristiwa ini menunjukkan ketergantungan tinggi pekerja muda di Bandung pada kondisi satu koridor utama. Rute Soekarno-Hatta bukan sekadar jalan biasa, melainkan urat nadi aktivitas ribuan orang yang berkantor di kawasan seputar Buah Batu, Cijoi, dan sekitarnya. Kalau satu titik tersendat, dampaknya langsung merembet ke produktivitas dan waktu mereka.

Kasus ini bukan sekadar cerita macet. Bagi pekerja muda yang ditagih target harian, satu jam terjebak di jalan berarti waktu yang tidak bisa dikembalikan. Mereka yang masuk tepat waktu di hari setelahnya mungkin tidak menyadari betapa rapuhnya kondisi itu.