Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

150 Ribu Rumah Tangga Bandung Butuh Perbaikan Sanitasi, Pemetaan Dimulai dari Data RW

Bandung · Oleh ·

Sekitar 150 ribu rumah tangga di Bandung belum memiliki akses sanitasi layak. Pemkot memetakan kebutuhan itu lewat pendataan tingkat RW.

150 Ribu Rumah Tangga Bandung Butuh Perbaikan Sanitasi, Pemetaan Dimulai dari Data RW

Sekitar 27 persen rumah tangga di Kota Bandung hingga kini belum memiliki akses sanitasi yang layak. Angka itu setara dengan kurang lebih 150 ribu rumah tangga yang membutuhkan perbaikan sarana sanitasi, mulai dari fasilitas toilet hingga pengelolaan limbah rumah tangga.

Pemkot Bandung memetakan kebutuhan itu melalui Rencana Induk Sanitasi di tingkat RW (RIC RW). Pendataan dilakukan dari lingkungan warga agar diketahui kondisi setiap wilayah sekaligus alasan yang membuat rumah tangga belum mampu memenuhi standar sanitasi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan data dari RW itu telah menjadi rujukan resmi BPS dan bahkan dasar perencanaan pembangunan nasional. Pernyataan itu disampaikan Farhan pada Senin, 21 September 2026.

Baca Juga: Becak Listrik untuk Lansia di Bandung Makin Jarang Diminati Penumpang

"Itu bukti keterbukaan dan kejujuran data adalah awal dari perbaikan yang nyata," kata Farhan.

Persoalan sanitasi di Kota Bandung tidak selalu berupa ketiadaan toilet. Masih ada warga yang membuang limbah rumah tangga langsung ke sungai atau saluran air. RIC RW membantu pemkot mengetahui kebiasaan itu sebelum menentukan bentuk penanganannya.

Kesadaran warga untuk tidak buang air besar sembarangan di Kota Bandung telah mencapai 100 persen. Capaian itu menjadi modal bagi pemkot untuk memperluas akses fasilitas sanitasi layak sekaligus memperbaiki perilaku pengelolaan lingkungan.

Baca Juga: Stadion Si Jalak Harupat siapkan 2.026 personel amankan Grup B FIFA ASEAN Cup 2026

Farhan menilai Posyandu dapat dilibatkan untuk memperkuat edukasi di tingkat masyarakat. Ia mengatakan toilet layak bukan sekadar bangunan di dalam rumah, melainkan bagian dari sistem yang menjamin kesehatan lingkungan.

Data yang sudah terkumpul akan ditindaklanjuti ketika ditemukan persoalan biaya maupun kendala teknis. Dengan pendataan dari tingkat RW, pemkot dapat mengarahkan kebutuhan kepada perangkat daerah terkait sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan kota.

Pada September 2025, mahasiswa Bandung Desak Evaluasi Kabinet Prabowo Lewat Aksi di Perempatan Dago menyoroti berbagai permasalahan perkotaan. Pemetaan sanitasi ini menjadi salah satu respons pemkot terhadap kualitas hidup warga yang menjadi perhatian publik.

Sebelumnya, 23 Hektare Lahan Sawah di Bandung Diselamatkan Pemerintah Lewat Program Sawah Abadi menunjukkan bahwa pemkot juga aktif menangani isu lain di luar perkotaan. Kedua program ini menunjukkan pendekatan pemkot yang berbeda dalam menjaga kesejahteraan warganya.